<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TotoSociety &#187; angkringan</title>
	<atom:link href="http://totosociety.com/tag/angkringan-2/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://totosociety.com</link>
	<description>Berpikir &#38; Berbagi Lewat Tulisan &#124; Santai saja</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2012 15:37:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Koin Untuk KPK, Bentuk Perlawanan Rakyat Kepada Wakilnya di Senayan</title>
		<link>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/</link>
		<comments>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2012 14:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[gedung baru KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Koin KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3188</guid>
		<description><![CDATA[Dari tahun 2009 KPK telah mengajukan anggaran kepada DPR guna membangun gedung baru KPK yang dapat memfasilitasi kerja KPK yang semakin meningkat.  Namun sampai 2012 berjalan pengajuan itu masih tertahan di meja Komisi III DPR. Dan hal ini mencuat ke permukaan yang mengakibatkan beberapa lapisan masyarakat mengumpulkan dana patungan untuk membangun gedung baru KPK. Sebuah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari tahun 2009 KPK telah mengajukan anggaran kepada DPR guna membangun gedung baru KPK yang dapat memfasilitasi kerja KPK yang semakin meningkat.  Namun sampai 2012 berjalan pengajuan itu masih tertahan di meja Komisi III DPR. Dan hal ini mencuat ke permukaan yang mengakibatkan beberapa lapisan masyarakat mengumpulkan dana patungan untuk membangun gedung baru KPK. Sebuah spontanitas yang patut kita apresiasi.</p>
<p>Gerakan masyarakat yang mengumpulkan dana &#8220;Koalisi Koin KPK&#8221; secara spontan menarik untuk dicermati. Mengapa begitu? Karena kalau dilihat kasus pengajuan anggaran gedung baru yang tersendat di laci Komisi III DPR, tidak hanya KPK yang mengalami hal tersebut. Ada beberapa lembaga negara yang bernasib sama,<span id="more-3188"></span>namun kenapa gerakan spontan saat ini hanya untuk KPK??? Ini yang menarik.</p>
<p><strong>Pemicu Gerakan Koalisi Koin KPK</strong></p>
<p>Kegeraman masyarakat akan tingkat korupsi yang semakin menggila di hampir semua lini pemerintahan di negeri ini sepertinya menjadi faktor utama pemicu gerakan spontan &#8220;Koalisi koin KPK&#8221;. Yang kedua menurut hemat saya adanya faktor DPR di sini. DPR di mata masyarakat mau betul, mau benar atau salah tetaplah salah. Tingkat kepercayaan masyarakat kepada wakilnya di DPR sangat-sangat rendah dan ini menjadi faktor ke dua yang berbuah kepada perlawanan berbentuk &#8220;Koin KPK&#8221;.</p>
<p>Nah&#8230;.kalau anggota DPR mampu menyikapi hal ini dengan bijak dan pintar, seharusnya DPR tidak perlu banyak alasan lagi untuk membela diri dengan terus menunda pembangunan gedung baru KPK. Rakyat yang notebene kalian wakili telah bergerak langsung dengan mengumpulan receh demi receh dan ini merupakan suara ketidaksetujuan tindakan wakilnya di Senayan. Kalian anggota Komisi III DPR harusnya malu dengan gerakan ini. Rakyat mempunyai cara untuk melawan kalian para wakilnya dan ini tamparan langsung ke muka kalian. Sadar gak??!</p>
<p>Langsung tidak langsung, rakyat dengan lantang mengatakan: &#8220;Kami berada di belakang KPK, dan jangan coba-coba bermain dengan kekuatan rakyat!!!&#8221; Sebuah isyarat tanda bahaya untuk DPR.</p>
<p>Lho..benar! saya tidak sedang bercanda.</p>
<p>Ingat beberapa tahun yang lalu, bagaimana gemparnya suara rakyat yang menolak dengan lantang pembangunan gedung baru DPR yang rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel bintang lima. Dengan alasan demi menunjang kinerja para anggota dewan yang terhormat yang semakin berat. Nilai anggaranpun sungguh aduhai, membuat mata rakyat terbelalak dan berkunang-kunang karenanya. Proyek &#8220;sampingan&#8221; itupun akhirnya gagal total.</p>
<p><strong>Kenapa gagal??</strong></p>
<p>Sejatinya yang membuat gagal itu bukan suara para pendemo, namun yang membuat gagal dibangunnya gedung baru DPR adalah anggota DPR itu sendiri. Mereka gagal meyakinkan rakyat dengan kinerja nyata yang pro rakyat. Alih-alih bekerja nyata untuk rakyat, para anggota DPR malah paling doyan memperkaya diri dan partainya. Ditambah kerja yang angin-anginan hanya pandai bersilat lidah dengan ilmu &#8220;ngelesnya&#8221;. Ini citra anggota DPR yang selama ini ditangkap oleh panca indera masyarakat Indonesia.</p>
<p>Tentu hal ini berbeda 180 derajat di saat KPK menginginkan gedung baru demi menunjang kerja KPK yang memang gedung lama sudah benar-benar <em>over capacity</em> . Dukungan mengalir dari segenap lapisan masyarakat. Ini indikator bahwasanya di mata rakyat, KPK telah dan sedang bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan mungkin, hanya dipundak KPK lah kepercayaan masyarakat Indonesia disandarkan. Bukan kepada anggota DPR tentunya.</p>
<p>Memang..saya tidak menutup mata, masih banyak kasus-kasus besar korupsi yang belum tersentuh pentolannya oleh KPK. Namun dengan gerakan Koalisi Koin KPK inilah sepertinya rakyat ingin mendorong KPK untuk lebih cepat, tepat dan kuat dalam mengungkap mega korupsi di tanah air. KPK harus memanfaatkan momentum ini untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Kepercayaan masyarakat Indonesia sangat tinggi kepada kinerja KPK saat ini dan momen ini jangan sampai menguap begitu saja apalagi sampai ingkar janji kepada rakyat. Bisa berabe pak!</p>
<p>Buat DPR. Kalau kalian ingin rakyat kembali menaruh &#8220;<em>trust</em>&#8221; kepada para anggota DPR, sebaiknya DPR harus dan kudu banyak-banyak berkaca demi memperbaiki diri. Ingat memperbaiki diri berbeda jauh dengan pencitraan diri. Rakyat sudah  pintar. Rakyat yang kalian wakili tidak tutup mata dan tutup telinga, rakyat selalu mengawasi segala tindakan kalian. Jadi bila DPR ingin membangun gedung baru, rubah diri dan bekerjalah semestinya untuk rakyat dengan sungguh-sungguh. Dengan hati&#8230; sesuai dengan gaji dan tunjangan yang kalian dapat dari pajak kami. Ingat itu!</p>
<p>Bila itu terjadi, tidak perlu mengemis, tidak perlu harus bermulut manis dan tebar seribu alasan memelas. Dengan suka hati rakyat pasti akan memberikan dukungan kepada DPR untuk membangun <del>kandang</del> gedung baru, kalau perlu harus merogoh kocek dalam-dalam. Sama dengan apa yang rakyat saat ini lakukan untuk KPK. Benar, saya tidak bohong!</p>
<p>Baik..saat ini waktunya rakyat untuk<em> show of force, </em>unjuk kekuatan di depan mata DPR. Tunjukkan rakyat mempunyai kemampuan dan kepedulian akan nasib negeri ini yang telah terserang kanker akut bernama korupsi. Tunjukkan kepedulian kita dengan menyumbang sedikit pendapatan ke nomer rekening di bawah ini:</p>
<ul>
<li><strong>Bank: BNI Cabang Melawai</strong></li>
<li><strong>No</strong>:       <strong>005-612-4374 </strong></li>
<li><strong>a/n:     perkumpulan ICW</strong></li>
</ul>
<p>Kan lagi tanggal muda nih&#8230;hehehehe. Tapi ingat, kalau nyumbang jangan lebih dari 10 juta rupiah, karena persyaratan dari KPK sumbangan per orang tidak boleh lebih dari 10 juta rupiah.</p>
<p>Saya berandai-andai. Bila gedung baru KPK berhasil berdiri megah dan kokoh nantinya, yang terwujud berkat receh demi receh uang rakyat yang dengan sukarela dengan sepenuh hati dikumpulkan, maka sebuah tanggung jawab sangat besar buat orang-orang di dalam gedung baru tersebut untuk sungguh-sungguh bekerja dengan semangat tinggi dan hati nurani guna memberantas segala praktek korupsi di Indonesia. Amanah rakyat itu akan mewujud menjadi bangunan bertingkat dengan tulisan KPK di atasnya.</p>
<p>Simbol perlawanan rakyat terhadap koruptor dan antek-anteknya. Lawan!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
