Para Pendamping Nabi

Untitled-1 copy

Tiba-tiba ingin berkunjung ke blognya Mas Saptuari si manusia apa adanya sadja dan alhamdulillah keberuntungan buat saya untuk membaca artikel terbarunya tentang “Para pendamping Nabi”… ahh artikel tersebut membuat saya harus ke kamar mandi sekedar membasuh mata yang tidak bisa menahan air mata yang bergelayutan di sudut.

Tulisan bagus yang sangat sayang untuk dilewatkan kawan… sebelum meluncur ke blognya, sedia tissu dulu ya :D Takutnya nanti banjir air mata trus kena keyboard, lalu terjadi hubungan arus pendek, lantas kesetrum….waduuww berabe…hehehehe

 

“Ada seorang laki-laki yang datang kepada nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam mengeluhkan kekerasan hatinya. Nabipun bertanya : sukakah kamu, jika hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu terpenuhi ? Kasihilah anak yatim, usaplah mukanya, dan berilah makan dari makananmu, niscaya hatimu menjadi lunak dan kebutuhanmu akan terpenuhi.” [HR Thobroni, Targhib, Al Albaniy : 254]

 

 

Baiklah…silahkan disimak baik-baik artikelnya di sini

————- oooo OOOO oooo —————-

Jadi teringat beberapa tahun lalu, tepatnya 2002. Malam itu malam penghabisan bulan ramadhan,  dengan berbaris rapi dan tertib anak – anak berkostum kumal dengan muka berbinar menerima selembaran 1000 rupiah baru yang memang beberapa hari sebelumnya sengaja ditukarkan di bank demi mereka. Selepas Qiyamullail di Istiqlal uang yang dibawa pemuda tersebut ternyata kurang dengan sabar dia meminta anak-anak yang belum kebagian untuk sabar menunggu.

Deru Bajaj yang berisik meluncur mengantarkan pemuda tersebut ke Jakarta Utara “tunggu sebentar pak, saya ke rumah dulu nanti antar saya kembali ke Istiqlal” pesan pemuda tersebut ke sopir Bajaj. Berlari dia memasuki gang untuk mengambil janjinya kepada anak-anak tersebut. Sekelebat dia kembali ke ujung gang dimana Bajaj itu setia menunggu.

Tapi sayang, sekembalinya dia di halaman Istiqlal, anak-anak itu tidak ada. Dia coba mencari dan ternyata anak-anak tersebut berjejalan tidur di emperan Stasiun Pintu Air…pulas dalam mimpi mereka.  Enggan dan tidak enak hati untuk membangunkannya..

“saya masih ada hutang kepada kalian…” batin pemuda lirih.

4 Responses to Para Pendamping Nabi

  1. Evi says:

    Semoga pemuda itu adalah yg mengetik artikel ini. Semoga kasih dan rahamat beterbangan kepadanya karena telah menempatkan diri sebagai salah satu orang2 di dekat nabi. Amin

  2. Amiiinn ya Allah..semoga kita senantiasa tiada pernah lupa mensyukuri nikmat yg diberikan NYA….. amiiinn

  3. Nando says:

    Saya masih sering lupa bersyukur….. :(

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*



You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

What is 13 + 2 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human not alien) hohohoho :)