Papan, Kebutuhan Wajib yang Harus Terpenuhi
Sandang, pangan dan papan, tiga kebutuhan sangat mendasar yang diperlukan semua manusia yang hidup tidak hanya di Indonesia namun juga semua masyarakat dunia. Tidak hanya di dunia namun juga semua mahkluk yang ada di planet lain. Lho? Lha iya..alien juga butuh rumah untuk sekedar berteduh.
Hanya sandang yang merupakan kebutuhan pembeda antara manusia dan binatang. Karena baik binatang maupun manusia membutuhkan dua lainnya: pangan dan papan, betul?
Sandang berarti apa yang disandang yaitu baju atau pakaian layak. Pangan berarti makanan pokok dan papan diartikan sebagai tempat tinggal. Hunian nyaman, aman dan tentunya dengan harga bersahabat adalah papan yang dimaksud di atas. Nah dalam kesempatan ini mari kita bahas papan yang dimaksud.
Seiring dengan pertambahan jumlah penduduk di Indonesia maka kebutuhan akan hunian tentunya berbanding lurus alias ikut meningkat. Dengan memakai patokan dari data sensus penduduk oleh BPS maka di dapat angka 13 juta kebutuhan rumah baru untuk penduduk Indonesia. Angka ini didapat dari sekitar 240 juta penduduk Indonesia saat ini, jumlah rumah tangga sekitar 61 juta. dari angka tersebut 78% masyarakat sudah dikatagorikan mendiami hunian yang layak huni. Dan sisanya yang 22% atau sekitar 13 juta jiwa masih berdiam di pinggiran sungai, kolong jembatan, rumah mertua, kontrak rumah ataupun masih nge-kos. 13 juta jiwa inilah yang menjadi target pemerintah untuk membangun hunian baru yang layak.
Lantas bagaimana kebutuhan itu harus dicapai dan dengan apa?
Ada beberapa solusi yang sudah dilakukan dan masih dalam tataran wacana. Pertama, pemerintah dalam hal ini Kementrian Negara Perumahan Rakyat bekerjasama dengan beberapa bank swasta nasional serta Asosiasi Bank Pembangunan Daerah serta beberapa Bank Pembangunan Daerah (BPD) untuk melaksanakan program Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Sehingga nantinya diharapkan bank-bank tersebut akan memberikan fasilitas kredit dengan suku bunga rendah dengan masa tenor 15 tahun cicilan.
Kedua, pembangunan Rumah Sederhana sehat (RsH) sebanyak 200.000 unit pada tahun 2012. Cicilan rumah ini bisa diturunkan hingga 600.00 rupiah per bulannya dan dengan bunga bank hanya 7,25 persen per tahunnya. Ini merupakan efek dari langkah pertama yang dilakukan pemerintah tadi melalui program FLPP.
Ketiga, pemerintah mengadakan program pengadaan rumah murah untuk PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang diadakan di 49 kabupaten / kota. Program ini menyasar PNS yang belum memiliki rumah sendiri sehingga dapat memiliki rumah dengan harga terjangkau, 25 juta per unit. Tanah untuk program ini akan disediakan untuk pemda masing-masing sedangkan pembangunannya oleh Kemenpera.
Pada kuartal 2 tahun 2011 kenaikan harga rumah pada kisaran 4,5 % hingga 10 % di kota – kota besar Indonesia, ini menurut survei yang dilakukan oleh Lembaga survei international Knight Frank Global House Price Index. Menyikapi kenaikan harga rata-rata rumah di Indonesia maka diperlukan adanya solusi tepat untuk mengatasi hal tersebut. Pemerintah harus membuat peraturan untuk mewajibkan masyarakat mempunyai tabungan perumahan, sebuah tabungan yang bersistem gotong royong di mana bagi masyarakat mampu akan mensubsidi warga yang kurang mampu sehingga tidak terlalu membebani kas APBN.
Tata cara atau mekanisme dalam menjalankan program Tabungan Wajib Perumahan bisa meniru seperti yang telah dilakukan oleh Singapura dan Malaysia juga China. Memang ke tiga negara tersebut telah melakukan program tabungan wajib perumahan untuk warganya. Tentunya besaran rasio jumlah wajib tabungan yang harus disisihkan dari penghasilan disesuaikan dengan pendapatan bersih rata-rata masyarakat Indonesia. Semisal 4,5% dari penghasilan bersih…..semisal. Tentunya program ini menyasar masyarakat yang sudah memiliki pendapatan di atas pendapatan tidak kena pajak (PTKP). Ini langkah keempat.
Demikian empat solusi yang sudah, sedang dan akan dilakukan untuk mencapai target pengadaan papan demi melindungi warga Indonesia dari terpaan angin, hujan dan sinar matahari. Semoga kedepannya semua warga masyarakat akan mendapatkan hunian yang nyaman, aman dan sehat.
Menurut teman ada masukan lain yang bisa membantu percepatan pengadaan papan untuk warga Indonesia?











semoga kita bs cepet beli rumah dan tinggal satu atap…amiiin :*….heheheh
Amiiiiinnn siap laksanakan bibi pertama :p
Saya ngebahas RSS yang satu, di sini ngebahas RSS yang lain.
Nah….ternyata RSS sudah berganti menjadi RSH alias Rumah Sederhana Sehat lho mas bro..hohoho
siipp.. selalu saja solutif.
Inggih nduk..harus donk. Selalu memberi solusi untuk kemasyahlatan umat banyak..cieeeee…uhuk..uhuk!
kog bibi pertama
Jadi ada bibi kedua donk ya?? wah gak betul itu ..ckckckck
Selalu begitu….:(…ckckckck