Ketindihan Miyabi, Sleep Paralysis atau Ketagihan?

Untitled-1 copy

Sebut saja Mambes, tiba-tiba keluar dari kamarnya dan pindah tidur di ruang tengah depan televisi. “Aarrrrghh baru ketindihan aku!!!!” demikian gerutunya.

Mambes memang rada penakut bila harus dihadapkan dengan penduduk dari dunia lain, namun anehnya kawan yang satu ini paling suka mendownload film-film bertemakan horror semisal: zombie, vampire, mayat hidup dan sejenisnya. Walaupun nontonnya sambil pegang bantal untuk menutupi mukanya yang pucat ketakutan…. hahahaha orang yang aneh :p

Kawan yang lain juga mengalami hal serupa, ketindihan. Dalam seminggu bisa dua kali mengalami kejadian yang sama dengan cerita seram menyertainya. Bahkan menurut pengakuannya pernah spring bednya melesak lebih dalam seolah menahan beban lebih berat dari biasanya.

Benarkah ketindihan akibat kerjaan iseng makhluk dari dunia lain?

Pengakuan dari para korban mengatakan hal demikian. Seringnya sebelum terserang ketindihan mereka terlebih dahulu mimpi seram. Mimpi dikejar – kejar suster ngesot, dipeluk pocong perawan, semisal. Mimpi yang terlihat nyata antara sadar dan tidak sadar.

Dahulu kala orang – orang tua kita percaya ada makhluk sejinis jin yang menduduki dada kita saat tertidur. Atau menurut kepercayaan tradisional dari Sunda, terjadinya ketindihan akibat ada laba – laba dengan kaki ganjil berdiam di kamar korban tersebut. Atau juga ada yang mempercayainya akibat ulah kerjaan Penyihir.

Padahal menurut penelitian tidaklah demikian. Semuanya mampu dijawab dengan jawaban yang ilmiah.

Ketindihan dari kacamata keilmuan

Menurut penelitian yang telah dilakukan dari tahun 1950, ketindihan itu erat kaitannya dengan fase – fase tidur manusia. Nah pada fase REM dan non REM ini lah fenomena ketindihan sering terjadi.

“Bentar dulu mas bro….apa itu REM?”

REM singkatan dari Rapid Eye Movement atau kalau di Indonesiakan “Gerakan Mata Cepat” alias kedap-kedip tidak jelas gitu deh atau tidur dengan mata genit..wakakakakaka.

REM adalah fase normal tidur manusia yang ditandai dengan gerakan mata yang cepat dan acak. Pertama kali diidentifikasikan oleh Nathaniel Kleitman, Eugene Aserinsky, dan Jon Birtwell di awal tahun 1950 (Wikipedia). REM pada manusia dewasa biasanya mengisi 20 – 25 % dari total waktu tidurnya, jadi sekitar 90 – 120 menit, ini bila tidur normal yang rata – rata selama 8 jam semalam. Dan biasanya menyerang pada awal tidur dan menjelang pagi. Pada fase REM inilah saat mimpi mampu melihat dengan jelas obyek – obyek di dalamnya.

Kembali ke soal ketindihan tadi, ahli menyebut fenomena ini sebagai Sleep Paralysis (SP) atau lumpuh tidur. Saat pada kondisi di mana otot tubuh di turn off sementara oleh otak pada fase REM Dreaming Sleep dan kembali berfungsi sesaat tersadar dari tidur namun terkadang otak mengalami keterlambatan untuk menekan tombol turn on. Normalnya keterlambatan ini sangat singkat sehingga kita tidak menyadarinya, namun bila keterlambatan mencapai lebih dari satu menit, maka inilah yang dinamakan Sleep Paralysis alias ketindihan. Di saat kesadaran kita sudah kembali pulih dan otak keburu menvonis kita tidak bisa bergerak.

Cara menghindari atau meminimalkan gejala ketindihan

Ketindihan menyerang kebanyakan saat korbannya tidur dalam posisi terlentang, jarang atau tidak pernah ada kasus ketindihan saat tidur tengkurap. Jadi atur posisi tidur kawan.

Tidur teratur, menjaga kondisi tubuh agar tidak stres dan rajin olahraga diyakini mampu untuk menghindar dari serangan Sleep Paralysis. Kelelahan dan kecemasan juga merupakan salah satu pemicu sering terjadikan ketindihan atau SP.

Untuk mimpi yang menakutkan dan berhalusinasi melihat penampakan sesaat sebelum ketindihan itu efek dari REM itu sendiri. Solusinya sebelum tidur hilangkan pikiran-pikiran yang mengganggu, ntuk kawan yang muslim saya sarankan untuk membiasakan membaca Ayat Kursi sebelum tidur untuk menenangkan pikiran, dan untuk kawan yang non muslim bisa membaca doa-doa sesuai dengan keyakinan masing-masing.

Ada yang mau?

Jujur saya sendiri belum pernah atau tidak ingat pernah mengalami yang namanya ketindihan, kecuali “ketindihan” yang lain, itu beda cerita..hehehehe. Kalaupun bila mengalami ketindihan, sebisa mungkin jangan dengan obyek horor seperti: Setan, Pocong, Buto ijo, Kuntilanak, Gerandong dan sebangsanya. Maunya sesekali Miyabi donk yang jadi pelaku Sleeping Paralysis.

“Lha kalau itu namanya bukan ketindihan mas bro!” Tangkis Togog.

“Lantas apa donk namanya??”

“Itu namanya ketagihan!!! wakakakaka..!!!!” Togog tertawa puas. :p

 

 

 

 

 

0
0
  

10 Responses to Ketindihan Miyabi, Sleep Paralysis atau Ketagihan?

  1. kokiimut says:

    oow…begitu…hehehe

  2. Nando says:

    Saya ngga mau ditindih Miyabi. TIDAK SUDI!!!
    Tapi kalo nindihin sih mau….

  3. Evi says:

    Mas Toto, aku pernah mengalami begini, kayaknya sudah terjaga, sudah jalan keluar kamar, eh begitu sadar ternyata masih di tempat tidur. Habis itu usaha lagi bangkit, mau ke kamar mandi, tapi eh masih di tempat tidur. Biasanya saya mengalami kalau kebelet pipis..Aku sadar betul antara jaga dan tidur, tapi suka rancu apakah benaran jaga atau tidur. Tapi mengalami itu waktu masih kuliah sih, masih muda…Sekarang gak pernah mengalami lagi

  4. Randeezt says:

    Apa bedanya ketindihan ma ketagihan…? wkwkwkwkwk…
    Makasih infonya mas.

  5. urip says:

    ketindihan miyabi ???
    iiihhhhh… mauuuuu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*



You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

What is 3 + 11 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human not alien) hohohoho :)