Kemeja Kotak Jokowi versus Tas Bergambar Ical
Dua-duanya lagi sibuk mempersiapkan diri untuk maju sebagai orang nomer satu. Bedanya, si pemilik kemeja kotak-kotak maju untuk mencalonkan diri menjadi orang nomer satu di DKI Jakarta lewat Pilkada Jul 2012, sedangkan pemilik tas bergambar sedang berkonsentrasi penuh untuk menjadi orang nomer satu di Indonesia, melalui Pilpres 2014 nanti. Beda tujuan, namun hampir mempunyai jurus yang serupa.
Jokowi alias Joko Widodo yang maju mencalonkan diri sebagai Gubernur DKI Jakarta, selalu kompak dengan calon wakilnya untuk selalu memakai kemeja kotak-kotak yang akhirnya menjadikannya trademark atau ciri khas sebuah produk dari pasangan Cagub dan Cawagub ini. Dari sinilah, Jokowi mempunyai niatan untuk memproduksi massal baju kotak-kotaknya dan dijual kepada siapa saja dengan harga pasar dan hasil penjualannya akan menjadi tambahan untuk dana kampanyenya nanti. Ide yang out the box.
Hampir sama dengan yang dilakukan oleh pasangan Cagub dan Cawagub DKI Jakarta, Golkar dengan tim suksesnya yang menjagokan Aburizal Bakrie sebagai Capres mempunyai inisiatif untuk membuat paket tas bergambar wajah Ical sang Capres 2014 seharga 10 juta / 1000 pcs. Namun tas ini tidak dilempar ke pasaran, melainkan menjadi sebuah kewajiban yang harus dibeli oleh anggota DPR dari fraksi Golkar sebagai bentuk dukungannya. Tim suksesnya masih terkurung dalam tempurung sepertinya, gaya orde baru sekali.
Jelas ada perbedaan mencolok antara kemeja motif kotak-kotak ala Jokowi dan tas bergambar Ical, yuk kita lihat perbandingannya.
Jokowi dan Baju Kotak-kotak lengan panjangnya.
Mungkin semula Jokowi dan Ahok tidak ada kepikiran untuk menjadikan baju yang mereka pakai bisa menjadi tambahan modal untuk mendanai kampanye. Mungkin semula mereka hanya berpikir untuk mencari kostum yang berbeda yang bisa memjadi ciri khas dari pasangan ini dibanding pasangan lainnya. Baju yang merakyat dan bisa dipakai dalam kondisi dan situasi bagaimanapun. Benar bukan?
Ternyata baju kotak-kotak tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat luas, di luar skenario mereka sebelumnya. Nah, muncul otak bisnis “Mengapa baju kotak-kotak itu tidak sekalian kita perbanyak dan jual kepada masyarakat untuk tambahan modal dana kampanye?”
Akhirnya produksilah secara massal baju kotak-kotak tersebut yang dihargai Rp 100.000 per potong, yang menurut tim sukses Jokowi dan Ahok sudah ada 1000 pemesan. Lumayan, dana terkumpul, masyarakat yang mendukungpun ikut senang bisa membeli baju yang menjadi ciri khas dari tokoh dukungannya. Mencari dana kampanye dengan cara yang elagan dan cerdas, tidak ada unsur paksaan. Seperti orang jualan baju, suka beli, gak suka ya tidak ada larangan untuk tidak beli. Mudah dan gampang tho?
Ical dan Tas bergambarnya
Mungkin tim sukses Ical dan Golkar ingin mengikuti sukses yang diraih oleh pasangan Jokowi – Ahok, namun mereka bingung apa yang bisa dijual yang menjadi ciri khas Ical alias Aburizal Bakrie? Nilai jual apa yang dicoba dilempar ke pasar sehingga masyarakat berebut ingin membeli? Sepertinya hanya muka Aburizal Bakrie yang punya kekhasan tersendiri, lainnya belum ketemu. Ini mungkin yang ada di benaknya tim sukse Capres Aburizal Bakrie.
Akhirnya dipilihlah tas seharga Rp 10.000 dan dipasangi foto Aburizal Bakrie di tas tersebut. Karena yakin pasar bakal tidak akan merespon tas itu, maka diakali dengan mewajibkan anggota DPR dari Golkar untuk membeli 1000 tas per orang. Jadi satu orang diharuskan keluar uang Rp 10.000.000 dari kantong pribadinya. Sumbangan paksaan secara halus dan sama sekali tidak inovatif.
Program ini dituangkan dalam surat edaran bernomor INT.00.2130/FPG/DPRRI/III/2012 tertanggal 26 Maret 2012. Isinya masing-masing anggota DPR dari Golkar wajib membeli 1.000 tas bergambar Ical seharga Rp 10 juta. OOoo…..Ical sang Idola.
Jelas sekali perbedaan strategi antara Jokowi dan Ical dalam merebut hati pemilihnya kelak. Jokowi mendapat sambutan positif dengan langkahnya menjual kostum pilkadanya, Ical mendapat hujan kritikan dan cibiran. Sebuah langkah yang keliru. Blunder dari kubu sendiri.
Mengapa hal itu bisa terjadi?
Perbedaannya, Jokowi dan Ahok terlebih dahulu menjadikan diri mereka sebagai icon atau trendsetter sebuah kepemimpinan yang merakyat, pro rakyat. Figur pemimpin yang sepertinya mempunyai jalur sendiri dalam memimpin daerahnya. Hati masyarakat Indonesia sudah tercuri oleh Jokowi dan Ahok jauh sebelum mereka maju sebagai Cagub dan Cawagub. Ibaratnya sang idola, apapun yang dipakai idolanya pasti diburu para penggemarnya. Nah sadar akan hal ini maka mereka menjadikan baju kotak-kotak khas mereka untuk dijual sebagai tambahan dana kampanye mereka.
Sedangkan Ical tidak mempunyai kekuatan sang Idola seperti Jokowi dan Ahok. Berbanding 180 derajat, Aburizal Bakrie selama ini dikenal masyarakat dengan beragam kasus yang menimpa anak perusahaannya. Dari Bakrie Life hingga yang paling heboh, Lumpur Lapindo. Lantas mau menjual apa? Lha dia belum menjadikan dirinya sebagai trendsetter sebuah produk positif.
Akhirnya untuk menambah dana kampanye Capres 2014, dipilih jalan yang paling mudah….. mewajibkan tas bergambar dirinya untuk dibeli kepada para anggota DPR asal Fraksi Golkar dan sekaligus semakin membenamkan citra sang calon presiden 2014 nanti…Aburizal Bakrie. Citranya semakin buram, seperti malam yang tiada diterangin secercah sinar bintang dan bulan.
Bagaimana DPR tidak menjadi ladang korupsi bila sering ada kewajiban – kewajiban seperti yang dilakukan Golkar kepada wakil-wakil partainya di DPR sana dengan tas bergambar Ical. Itu baru 10 juta dan satu contoh kecil saja, masih ada upeti-upeti lainnya yang dibebankan kepada anggota-anggota partai yang duduk di Senayan untuk dana kampanye partai di pemilu mendatang.
Akhir kata, pilihlah pilihan yang paling tepat menurut kawan. Lebih baik memilih yang kalah daripada harus memilih yang salah.
Foto dari sini: http://www.harianjogja.com/2012/feature/baju-jokowi-175619
4 Responses to Kemeja Kotak Jokowi versus Tas Bergambar Ical
Leave a Reply Cancel reply
-
-
Inginnya berbagi lebih untuk bekal nanti. Menyumbang tenaga, harta dan pikiran untuk sesama demi mencapai senyum bahagia, itu idealnya. Namun baru tulisan dan ocehan dalam blog ini yang bisa saya sisihkan untuk dinikmati bersama. Selamat mencicipi :d More »
-
G. Translate
-
Baru Nyoret
- Dari Langit Turun ke Bumi
- Apa Kabar dan ada Kabar Apa Semua?
- Pertarungan Berat Bang Foke di Ronde Dua
- Koin Untuk KPK, Bentuk Perlawanan Rakyat Kepada Wakilnya di Senayan
- Saat Piala Eropa Memalingkan Hasrat Untuk Menulis :p
- Adipura Kencana dan Kota Tulungagung
- Intoleransi Melanda Indonesia, Benarkah?!
Arsip










kalo ada tanktop kotak2 saya mau…:P
Kalau lingerie kotak-kotak baru ada nduk…:P
bagi rekan-rekan yang ingin pesan kemeja jokowi , silakan hub, Rahmanwawan@gmail.com. di buat di solo.
wekekek…boleh2…:p