Hidup di Dunia itu Penuh Masalah, Percaya deh!
Benarkah dengan judul di atas? Apakah betul hidup di dunia itu penuh masalah?
Sebelum dijawab lebih baik kita sama-sama merunut awal kejadian manusia berada di bumi yang mungil unyu-unyu di dalam jagat raya yang maha luas ini.
Kalian dan saya ternyata selama ini bisa hidup di dunia karena berawal dari masalah yang ditimbulkan oleh Adam dan Hawa. Gara-gara mereka berdua menuruti bujukan iblis dan ternyata hal itu menjadi masalah kemudian harinya, akhirnya mau tidak mau, suka tidak suka, Adam dan Hawa terbuang dari nikmatnya surga dan harus hidup sebagai manusia pertama untuk mendiami bumi.
Di bumilah, Adam dan Hawa baru mengetahui bahwa masalah yang mereka timbulkan di Surga merupakan awal dari rentetan masalah yang akan menimpa mereka dan keturunannya kelak sampai akhir zaman.
Tidak percaya?
Mari kita coba tengok kitab suci. Berapa nabi dan rosul yang harus berjuang demi menjalankan misi kenabian dan kerosulannya. Ada berapa nabi dan rosul yang harus berjuang menghadapi satu masalah ke masalah yang lain hingga harus mengorbankan nyawanya. Intinya tidak ada yang mudah dan cuma-cuma di dunia ini. Semua butuh perjuangan, kerena kita hadir di hamparan bumi ini dikarenakan masalah dan untuk menghadapi masalah.
Bagaimana, sudah jelas dengan judul di atas? Benar bukan bila hidup di dunia ini sebenarnya hidup yang penuh masalah?
Lantas, kalau sudah membenarkan dan memahami hidup ini sebenarnya penuh bermasalah apa yang sebaiknya kita lakukan? Berdiam diri, pasrah, cuek – bebek, masa bodoh?
Tidak perlu bimbang dan ragu apalagi sampai beli tali rafia untuk gantung diri. Atau perlu beli racun tikus untuk mengakhiri penderitaan tinggal di dunia. Jangan….jangan lakukan cara-cara pengecut. Sudah tidak nge-trend mengambil jalan pintas seperti itu, kekanak-kanakan. Cukup buka Quran dan bakal kita temukan obat penawar untuk segala efek yang ditimbukan karena berbagai masalah.
Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. Dan sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu (Al Baqarah : 45)
Kuncinya hanya ada dua, Sabar dan Shalat. Mudah bukan?
Kenapa harus sabar? karena dengan sabar manusia itu punya pemikiran yang lebih panjang, tidak pendek seperti ketika lagi emosian yang akhirnya bukan jalan keluar yang ditemukan, tapi malah berujung petaka. Banyak contoh manusia-manusia yang tidak sabar akhirnya berujung derita. Karena sabar manusia cenderung lebih mampu memilah dan memilih dari ribuan pilihan yang diberikan Tuhan di depan mata.
Sabar berusaha, sabar mencari solusi, sabar menghadapi ujian dan sabar menyelesaikan tugas di dunia ini. Sabar, tidak grasa-grusu. Jangan seperti koruptor yang tidak sabaran, akhirnya duit yang bukan miliknya diambil juga. Nah lho!
Kalau shalat?
Dalam agama Islam shalat merupakan tiang agama. Ibarat rumah, tanpa tiang maka rumah tersebut bakal tidak mampu berdiri sempurna. Lihat saja tsunami di Aceh beberapa tahun lampau, bangunan-bangunan baik itu masjid maupun rumah-rumah bertingkat relatif utuh tidak ikut roboh tersapu air bah. Menurut ahli karena bangunan-bangunan tersebut mempunyai banyak tiang di dalamnya.. wa allahu’alam.
Korelasinya dengan mendirikan sholat maka manusia diharapkan lebih mampu — baik secara mental dan spiritual — dalam menghadapi berbagai masalah yang menghadang. Dengan mendirikan shalat, maka tidak ada kata putus asa, karena sholat itu sendiri merupakan solusi, jalan keluar seorang hamba yang sabar.
Tidak hanya itu, shalat juga sarana pelatihan manusia bagaimana seharusnya menjalani hidup.
Shalat mengajarkan manusia untuk hidup berdisiplin, tepat waktu. Tidak mungkin kita shalat Subuh selepas Ashar, atau Shalat Isya’ sebelum Dhuhur. Ngaco itu namanya! Setelah itu, sebelum melaksanakan shalat kita harus bersuci terlebih dahulu, yang menandakan manusia itu harus bersih. Bersih raga, bersih jiwa dan tidak kotor pikirannya. Setelah itu niat, yang berarti setiap manusia harus mempunyai tujuan yang jelas dalam hidupnya. Selanjutnya tata cara dalam melaksanakan sholat yang harus tertib rukun-rukunnya. Ini menandakan manusia harus teratur, taat hukum dan tertib norma yang berlaku. Tidak slonong boy apalagi sampai main koboi-koboian. Sama sekali tidak lucu!
Dan masih banyak lagi hikmah yang mampu digali dalam shalat yang sebenar-benarnya shalat.
Terakhir, shalat itu hakikatnya adalah doa, dan doa itu sendiri merupakan sarana atau penyambung lidah hamba dan Tuhannya. Kepada siapa kita meminta kalau bukan kepada DIA yang memberi kasih-NYA kepada Adam dan Hawa untuk belajar menghadapi masalah yang mereka buat sendiri dengan menurunkannya ke bumi.
Intinya hidup memang penuh dengan masalah, karena manusia memang tercipta selalu “bermasalah”. Namun semua tergantung kesabaran kita dalam melihat dan menyikapi sebuah masalah. Selanjutnya berusaha mencari solusi terbaik dengan berlatih terus dan terus dalam shalat khusyu’ kita yang akhirnya kita tutup dengan doa kepada-NYA. Lengkap sudah, satu paket.
Jadi……tidak ada lagi rasa galau di antara kita ya kawan. Yakin?
4 Responses to Hidup di Dunia itu Penuh Masalah, Percaya deh!
Leave a Reply Cancel reply
-
-
Inginnya berbagi lebih untuk bekal nanti. Menyumbang tenaga, harta dan pikiran untuk sesama demi mencapai senyum bahagia, itu idealnya. Namun baru tulisan dan ocehan dalam blog ini yang bisa saya sisihkan untuk dinikmati bersama. Selamat mencicipi :d More »
-
G. Translate
-
Baru Nyoret
- Dari Langit Turun ke Bumi
- Apa Kabar dan ada Kabar Apa Semua?
- Pertarungan Berat Bang Foke di Ronde Dua
- Koin Untuk KPK, Bentuk Perlawanan Rakyat Kepada Wakilnya di Senayan
- Saat Piala Eropa Memalingkan Hasrat Untuk Menulis :p
- Adipura Kencana dan Kota Tulungagung
- Intoleransi Melanda Indonesia, Benarkah?!
Arsip










Alhamdulilah bersyukur ketika mendapat ujian dan bersabar ketika mendapat nikmat. Dengan begitu kita selalu mengingatNYA. Masio sakjane yo rodo nyesek ning dodo, tp yo kudu dijalani sepenggal cerito urip iki… Bismillah, Kersaning Gusti Pengeran mawon
Inggih mbah….
Ikhlas dapat membuat kita menjadi tenang Gan.,.
menarik postingannya