<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>TotoSociety</title>
	<atom:link href="http://totosociety.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://totosociety.com</link>
	<description>Berpikir &#38; Berbagi Lewat Tulisan &#124; Santai saja</description>
	<lastBuildDate>Tue, 09 Oct 2012 15:37:30 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	
		<item>
		<title>Dari Langit Turun ke Bumi</title>
		<link>http://totosociety.com/dari-langit-turun-ke-bumi/</link>
		<comments>http://totosociety.com/dari-langit-turun-ke-bumi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Oct 2012 15:37:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[buku dari langit turun ke bumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kumpulan resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[Resensi buku]]></category>
		<category><![CDATA[Review]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3232</guid>
		<description><![CDATA[Dari Langit turun ke Bumi, sebuah buku karangan bapak Misbahul Huda yang berisi panduan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang memimpin secara lahir dan bathin. Buku setebal 288 halaman ini cocok untuk mereka &#8211; mereka yang tidak ingin sekedar menjadi seorang pemimpin yang diangkat melalui jalur formalitas semata yang juga disayangi staffnya juga hanya berdasarkan basa-basi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari Langit turun ke Bumi, sebuah buku karangan bapak Misbahul Huda yang berisi panduan bagaimana menjadi seorang pemimpin yang memimpin secara lahir dan bathin. Buku setebal 288 halaman ini cocok untuk mereka &#8211; mereka yang tidak ingin sekedar menjadi seorang pemimpin yang diangkat melalui jalur formalitas semata yang juga disayangi staffnya juga hanya berdasarkan basa-basi formalitas, melainkan menjadi pemimpin yang dicintai dan menjadi tauladan untuk staffnya. Insya Allah buku ini bisa memberikan kunci jawabannya.<span id="more-3232"></span></p>
<p>Buku dari Langit turun ke Bumi berisi lima bab dan ditutup dengan testimoni untuk sang penulis, Misbahul Huda.</p>
<p>Bab pertama membahas mengenai spiritualitas: Menurunkan &#8216;Kearifan langit&#8217; menjadi &#8216;Kemashlatan di Bumi&#8217;. Disusul bab kedua yang berisikan kedalaman spiritualitas kepemimpinan: Integritas, kekuatan amanah, tulus, kekuatan iman, kekuatan syukur dll. Bab ketiga membahas kekuatan pemimpin visioner, selanjutkan eksekusi dan aksi pada bab empat dan bagian bab terakhir, yaitu bab lima mengenai puncak pendakian.</p>
<p>Saya sendiri baru membaca sampai bagian terakhir pada bab ketiga mengenai Pendampingan, bukan pengajaran, halaman 153. Setengah jalan lebih dikit.</p>
<p>Kedepannya insya Allah akan saya kupas isi bab kedua buku ini satu persatu, karena saya pribadi meyakini isi dari bab kedualah yang menjadi jantung dari keseluruhan buku &#8216;dari Langit Turun ke Bumi&#8221;</p>
<p>Baik pemirsa sekalian..eh pembaca sekalian yang baik, tidak sombong dan rajin menabung&#8230;tunggu janji saya selanjutnya ya.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/dari-langit-turun-ke-bumi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar dan ada Kabar Apa Semua?</title>
		<link>http://totosociety.com/apa-kabar-dan-ada-kabar-apa-semua/</link>
		<comments>http://totosociety.com/apa-kabar-dan-ada-kabar-apa-semua/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Sep 2012 04:39:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Dinding]]></category>
		<category><![CDATA[Artikel Lepas]]></category>
		<category><![CDATA[Super Tocano]]></category>
		<category><![CDATA[trimaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3228</guid>
		<description><![CDATA[Maaf sebelumnya&#8230;. Meskipun terlambat saya mau mengucapkam selamat Hari Raya Idul Fitri yang sudah berlalu beberapa hari yang lalu, dan juga selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan buat saudara umat Hindu yang berlangsung tanggal 29 Agustus  dan tanggal 8 September besok. Semoga berkah dan keselamatan tercurah untuk kita semua..amiin. Hehehe..saya baru sempat login sebagai admin]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Maaf sebelumnya&#8230;.</p>
<p>Meskipun terlambat saya mau mengucapkam selamat <strong>Hari Raya Idul Fitri</strong> yang sudah berlalu beberapa hari yang lalu, dan juga selamat <strong>Hari Raya Galungan</strong> dan K<strong>uningan</strong> buat saudara umat Hindu yang berlangsung tanggal 29 Agustus  dan tanggal 8 September besok. Semoga berkah dan keselamatan tercurah untuk kita semua..amiin.</p>
<p>Hehehe..saya baru sempat login sebagai admin pada blog ini setelah sekian lama saya cuekin seiring penyakit kambuhan saya, yaitu kebosanan dan kejenuhan untuk menulis (sebenarnya kalau boleh jujur tidak ada bahan untuk menulis lagi sih ..hehehehe)</p>
<p>Baiklah..insya Allah di bulan September ini kita, khususnya saya akan membuka lembar baru dan mencoba berbagi tulisan yang insya Allah akan lebih bermanfaat untuk kita semua. Semoga janji ini bisa saya tepati <img src='http://totosociety.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> <span id="more-3228"></span></p>
<p>Ada beberapa kabar baik buat militer kita.</p>
<p>Yang pertama, kapal tiga lambung buatan PT Ludin, <a href="http://totosociety.com/trimaran-kapal-berpeluru-kendali-made-in-indonesia/#comment-2962" target="_blank">Trimaran</a> pada jumat kemarin, 31/08/2012  sudah &#8220;belajar melaut&#8221; untuk kali pertama dan sepertinya acara tersebut berlangsung cukup sukses yang tentunya tidak cukup di situ saja berpuas diri.  Masih perlu tahapan-tahapan selanjutnya agar<a href="http://totosociety.com/trimaran-kapal-berpeluru-kendali-made-in-indonesia/#comment-2962" target="_blank"> Trimaran</a> pertama milik TNI AL mampu beroperasi layaknya kapal perang siluman yang mampu bermonuver lincah di perairan dangkal.</p>
<p>Kedua, pesanan pesawat Super Tucano dari Brasil sudah datang sebagian kemarin, Sabtu, 1 September 2012 . Sebanyak empat unit untuk kloter pertama dari total pesanan TNI AU sejumlah 16 pesawat mendarat sempuran di Lanud Halim Perdanakusumah, Jaktim. Yang kemudian pada hari ini, Minggu 2 Sep 2012 akan diterbangkan ke Malang, tepatnya Lanud Abdurrahman Saleh, Malang. Karena di sinilah markas Super Tucano berada.</p>
<p>Dua kabar dari dunia militer tanah air cukup membuat semangat baru di bulan September ini dan semoga kabar baik lainnya segera menyusul. Kabar MBT Leopard dari Jerman, Kapal Selam &#8220;anjing Kampung&#8221; dari Korsel dan juga kemajuan proyek KFX dari Korsel, merupakan berita yang sangat ditunggu kabar baiknya.</p>
<p>Sedangkan kabar dari panggung Politik, keamanan dan Ekonomi tanah air..hmmm kabarnya biasa-biasa saja&#8230;hehehe.</p>
<p>Pertamax yang kembali naik membuat kantong saya semakin tipis&#8230;tapi tetap lho kudu bersyukur. Melemahnya mata uang rupiah, tertangkapnya terduga pelau teror di Solo dan proyek PON di Riau yang belum selesai juga masih ramai mewarnai wajah media massa kita.</p>
<p>Kabar terbaru mengenai kasus simulator SIM dan adu gengsi KPK versus POLRI juga masih muter-muter di situ-situ saja. Bentrokan preman masih terjadi, juga bentrok yang mengatas namakan agama juga masih saja terjadi. Kali ini di Sampang Madura. Bukan kasus baru, karena bentrok ini pernah terjadi tahun lalu, kalau saya tidak salah ingat. Namun ternyata kasus ini belum tuntas terselesaikan.</p>
<p>Kasihan..inilah akibat bila agama dijadikan tunggangan, bukan tuntunan. Menghalalkan tetesan darah saudara sendiri..innalillahi</p>
<p>Uppss!! Jadi ngelantur panjang lebar gini??!</p>
<p>Untuk mempersingkat waktu, tunggu tulisan Totosociety berikutnya&#8230;.hehehe (kalau inget <img src='http://totosociety.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/apa-kabar-dan-ada-kabar-apa-semua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pertarungan Berat Bang Foke di Ronde Dua</title>
		<link>http://totosociety.com/pertarungan-berat-bang-foke-di-ronde-dua/</link>
		<comments>http://totosociety.com/pertarungan-berat-bang-foke-di-ronde-dua/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jul 2012 11:09:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Baju Kotak-kotak Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Fauzi Bowo]]></category>
		<category><![CDATA[Foke-Nara]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Jokowi]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[Pilkada DKI Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3208</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin sudah banyak yang menduga bahwasanya Jokowi-Ahok bakal mendulang suara mayoritas meskipun tidak mencapai 50 % lebih suara. Saya pun termasuk yang mempunyai dugaan seperti itu, Jokowi bakal melaju menjadi kandidat terkuat dan terbukti sudah, fakta hasil perhitugan cepat sudah berbicara. Sebelumnya, mendekati hari H pencoblosan banyak lembaga survei yang merilis hasil bahwa pasangan incumbent]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin sudah banyak yang menduga bahwasanya Jokowi-Ahok bakal mendulang suara mayoritas meskipun tidak mencapai 50 % lebih suara. Saya pun termasuk yang mempunyai dugaan seperti itu, Jokowi bakal melaju menjadi kandidat terkuat dan terbukti sudah, fakta hasil perhitugan cepat sudah berbicara.</p>
<p>Sebelumnya, mendekati hari H pencoblosan banyak lembaga survei yang merilis hasil bahwa pasangan incumbent Foke &#8211; Nara bakal menang mutlak dan mudah, sehingga tidak memerlukan dua putaran. Ternyata&#8230;.senyum Jokowo &#8211; Ahok<span id="more-3208"></span> mampu membalikkan hasil survei beberapa lembaga survei. Sebaliknya, hasil perolehan suara calon dari kubu kotak-kotak unggul jauh dari pasangan &#8220;kumis&#8221; yang merupakan sang juara bertahan. Tidak perlu terkejut kawan :p</p>
<p><strong>Penyebab kekalahan Foke &#8211; Nara</strong></p>
<p>Apakah partai pengusung berperan penting dalam mendorong calonnya memperoleh kemenangan? Jawabnyannya bisa iya bisa pula tidak. Dalam kasus kekalahan Foke terhadap Jakowi hal ini bisa saja jawabannya iya.</p>
<p>Demokrat sebagai pengusung utama pasangan nomer satu dan incumbent ini akhir-akhir ini babak-belur dihujani kasus korupsi yang menimpa beberapa kadernya, termasuk ketua umumnya saat ini Anas Urbaningrum. Amunisi Partai Demokrat tentunya tidak sekuat saat Partai ini memenangi pemilu 2009 lalu. Penggerak mesin partai yang seharusnya menjadi tim sukses dari Foke &#8211; Nara telah terbuang tenaganya untuk memperbaiki citra partai yang terus merosot. Sedangkan pemilu 2014 sudah di depan mata tentunya.</p>
<p>Itu yang pertama. Yang kedua, penyebab keoknya &#8220;Si Kumis&#8221; lebih pada sosok itu sendiri. Iya..sosok Foke yang selama lima tahun kepemimpinannya ternyata belum bisa memberikan perubahan yang berarti terhadap Jakarta. Padahal seorang Fauzi Bowo seharusnya lebih dari mampu untuk membawa Jakarta menjadi kota yang lebih beradab. Bang Foke sangat berpengalaman dengan Jakarta. Dan mungkin dari 6 calon peserta Pilkada ini hanya beliau yang sangat berpengalaman dalam mengelola Jakarta. Lihat saja rekam jejak beliau dalam pemerintahan DKI Jakarta:</p>
<ul>
<li>2007-2012 Gubernur DKI Jakarta</li>
<li>2002-2007 Wakil Gubernur DKI Jakarta</li>
<li>1998-2002 Sekretaris Wilayah Daerah (Sekwilda) DKI Jakarta</li>
<li>1993-1998 Kepala Dinas Pariwisata DKI</li>
<li>1986-1988 Pejabat Kabiro Kepala Daerah DKI</li>
<li>1982-1986 Pejabat sementara (Pjs) Kabiro Kepala Daerah DKI</li>
<li>1979-1982 Kepala Dinas Pariwisata DKI</li>
<li>1979-1982 Pelaksana tugas Kepala Biro Kepala Daerah DKI</li>
</ul>
<p>Dari tahun 1979 Bang Foke telah ikut andil dalam mengelola Jakarta, meskipun baru dalam lima tahun terakhir Fauzi Bowo memegang tampuk kekuasaan dan kebijakan tertinggi kota DKI Jakarta. Namun apa yang di dapat warga Jakarta? Masih sama dengan tahun-tahun lalu. Warga butuh perubahan. Warga memerlukan muka baru yang setidaknya memiliki rekam jejak yang lebih menjanjikan. Dan sosok itu ada pada pribadi Jokowi, sang Walikota Solo.</p>
<p>Ketiga. Fauzi Bowo dalam kampanyenya kemarin masih sering mengusung isu SARA, kesukuan bukan nasionalis yang digembar-gemborkan. Hal tersebut merupakan kampanye gaya konservatif, kuno. Padahal Jakarta bukan hanya milik suku tertentu, yang parahnya suku yang katanya asli si empunya Jakarta saat ini menjadi suku minoritas di kampungnya sendiri. Ini yang tidak menjadi acuan Foke dan tim suksesnya dalam menggalang massa warga Jakarta. Foke dan tim suksesnya lupa kalau Jakarta merupakan kota majemuk dengan berbagai suku bangsa berdiam dan ber-KTP DKI Jakarta.</p>
<p>Cukup tiga penyebab tersebut menjadi catatan tim sukses Foke &#8211; Nara bila ingin di putaran ke-dua Pilkada DKI Jakarta mampu bersaing dengan pasangan Jokowi &#8211; Ahok yang diusung PDIP dan Gerindra. Diperlukan solusi dan koalisi dengan partai pengusung calon yang sudah tersisih di putaran pertama Pilkada DKI Jakarta.</p>
<p><strong>Beratnya ronde dua untuk Foke</strong></p>
<p>Foke dan Nara memang belum habis, masih ada ronde ke-2. Namun ronde kedua akan menjadi lebih berat untuk pasangan ini sukses memenangi pertarungan untuk menjadi DKI 1. Apalagi Jokowi dengan cerdasnya telah melakukan monuver cerdas dengan mendekati pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang menjadi saingannya dari kubu PKS, Hidayat Nur Wahid. Lagi-lagi Foke ketinggalan langkah dari wong Solo ini.</p>
<p>Ya..inilah serunya sebuah proses demokrasi dalam Pilkada DKI Jakarta. Sejatinya tidak ada yang kalah, namun hanya kurang dukungan saja. Warga DKI menginginkan perubahan, dan itu pasti. Perubahan adalah hal pasti, tidak ada yang mampu menghalanginya. Dan apakah warga DKI siap dengan sosok baru yang akan memberikan perubahan tersebut?</p>
<p>Kita tunggu di pertarungan ronde ke-2 pada 20 September nanti(bila memang hasil resmi Pilkada mengharuskan demikian). Pertarungan antara Foke sebagai juara bertahan versus Jokowi sebagai penantang utama. Mampukah Foke mempertahankan sabuk DKI-1? Ataukah Jokowi siap meng- KO si Kumis dengan kemenangan mutlak? Kita lihat nanti dan semoga saja pertarungan ronde kedua berlangsung secara sportif.</p>
<p>Untuk Demokrat, sekali lagi jangan jadikan masa libur sekolah sebagai kambing hitam kekalahan Foke di ronde pertama ya?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/pertarungan-berat-bang-foke-di-ronde-dua/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Koin Untuk KPK, Bentuk Perlawanan Rakyat Kepada Wakilnya di Senayan</title>
		<link>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/</link>
		<comments>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2012 14:43:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[DPR]]></category>
		<category><![CDATA[gedung baru KPK]]></category>
		<category><![CDATA[Koalisi Koin KPK]]></category>
		<category><![CDATA[KPK]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3188</guid>
		<description><![CDATA[Dari tahun 2009 KPK telah mengajukan anggaran kepada DPR guna membangun gedung baru KPK yang dapat memfasilitasi kerja KPK yang semakin meningkat.  Namun sampai 2012 berjalan pengajuan itu masih tertahan di meja Komisi III DPR. Dan hal ini mencuat ke permukaan yang mengakibatkan beberapa lapisan masyarakat mengumpulkan dana patungan untuk membangun gedung baru KPK. Sebuah]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dari tahun 2009 KPK telah mengajukan anggaran kepada DPR guna membangun gedung baru KPK yang dapat memfasilitasi kerja KPK yang semakin meningkat.  Namun sampai 2012 berjalan pengajuan itu masih tertahan di meja Komisi III DPR. Dan hal ini mencuat ke permukaan yang mengakibatkan beberapa lapisan masyarakat mengumpulkan dana patungan untuk membangun gedung baru KPK. Sebuah spontanitas yang patut kita apresiasi.</p>
<p>Gerakan masyarakat yang mengumpulkan dana &#8220;Koalisi Koin KPK&#8221; secara spontan menarik untuk dicermati. Mengapa begitu? Karena kalau dilihat kasus pengajuan anggaran gedung baru yang tersendat di laci Komisi III DPR, tidak hanya KPK yang mengalami hal tersebut. Ada beberapa lembaga negara yang bernasib sama,<span id="more-3188"></span>namun kenapa gerakan spontan saat ini hanya untuk KPK??? Ini yang menarik.</p>
<p><strong>Pemicu Gerakan Koalisi Koin KPK</strong></p>
<p>Kegeraman masyarakat akan tingkat korupsi yang semakin menggila di hampir semua lini pemerintahan di negeri ini sepertinya menjadi faktor utama pemicu gerakan spontan &#8220;Koalisi koin KPK&#8221;. Yang kedua menurut hemat saya adanya faktor DPR di sini. DPR di mata masyarakat mau betul, mau benar atau salah tetaplah salah. Tingkat kepercayaan masyarakat kepada wakilnya di DPR sangat-sangat rendah dan ini menjadi faktor ke dua yang berbuah kepada perlawanan berbentuk &#8220;Koin KPK&#8221;.</p>
<p>Nah&#8230;.kalau anggota DPR mampu menyikapi hal ini dengan bijak dan pintar, seharusnya DPR tidak perlu banyak alasan lagi untuk membela diri dengan terus menunda pembangunan gedung baru KPK. Rakyat yang notebene kalian wakili telah bergerak langsung dengan mengumpulan receh demi receh dan ini merupakan suara ketidaksetujuan tindakan wakilnya di Senayan. Kalian anggota Komisi III DPR harusnya malu dengan gerakan ini. Rakyat mempunyai cara untuk melawan kalian para wakilnya dan ini tamparan langsung ke muka kalian. Sadar gak??!</p>
<p>Langsung tidak langsung, rakyat dengan lantang mengatakan: &#8220;Kami berada di belakang KPK, dan jangan coba-coba bermain dengan kekuatan rakyat!!!&#8221; Sebuah isyarat tanda bahaya untuk DPR.</p>
<p>Lho..benar! saya tidak sedang bercanda.</p>
<p>Ingat beberapa tahun yang lalu, bagaimana gemparnya suara rakyat yang menolak dengan lantang pembangunan gedung baru DPR yang rencananya akan dilengkapi dengan fasilitas layaknya hotel bintang lima. Dengan alasan demi menunjang kinerja para anggota dewan yang terhormat yang semakin berat. Nilai anggaranpun sungguh aduhai, membuat mata rakyat terbelalak dan berkunang-kunang karenanya. Proyek &#8220;sampingan&#8221; itupun akhirnya gagal total.</p>
<p><strong>Kenapa gagal??</strong></p>
<p>Sejatinya yang membuat gagal itu bukan suara para pendemo, namun yang membuat gagal dibangunnya gedung baru DPR adalah anggota DPR itu sendiri. Mereka gagal meyakinkan rakyat dengan kinerja nyata yang pro rakyat. Alih-alih bekerja nyata untuk rakyat, para anggota DPR malah paling doyan memperkaya diri dan partainya. Ditambah kerja yang angin-anginan hanya pandai bersilat lidah dengan ilmu &#8220;ngelesnya&#8221;. Ini citra anggota DPR yang selama ini ditangkap oleh panca indera masyarakat Indonesia.</p>
<p>Tentu hal ini berbeda 180 derajat di saat KPK menginginkan gedung baru demi menunjang kerja KPK yang memang gedung lama sudah benar-benar <em>over capacity</em> . Dukungan mengalir dari segenap lapisan masyarakat. Ini indikator bahwasanya di mata rakyat, KPK telah dan sedang bekerja dengan sebaik-baiknya. Dan mungkin, hanya dipundak KPK lah kepercayaan masyarakat Indonesia disandarkan. Bukan kepada anggota DPR tentunya.</p>
<p>Memang..saya tidak menutup mata, masih banyak kasus-kasus besar korupsi yang belum tersentuh pentolannya oleh KPK. Namun dengan gerakan Koalisi Koin KPK inilah sepertinya rakyat ingin mendorong KPK untuk lebih cepat, tepat dan kuat dalam mengungkap mega korupsi di tanah air. KPK harus memanfaatkan momentum ini untuk bekerja, bekerja dan bekerja. Kepercayaan masyarakat Indonesia sangat tinggi kepada kinerja KPK saat ini dan momen ini jangan sampai menguap begitu saja apalagi sampai ingkar janji kepada rakyat. Bisa berabe pak!</p>
<p>Buat DPR. Kalau kalian ingin rakyat kembali menaruh &#8220;<em>trust</em>&#8221; kepada para anggota DPR, sebaiknya DPR harus dan kudu banyak-banyak berkaca demi memperbaiki diri. Ingat memperbaiki diri berbeda jauh dengan pencitraan diri. Rakyat sudah  pintar. Rakyat yang kalian wakili tidak tutup mata dan tutup telinga, rakyat selalu mengawasi segala tindakan kalian. Jadi bila DPR ingin membangun gedung baru, rubah diri dan bekerjalah semestinya untuk rakyat dengan sungguh-sungguh. Dengan hati&#8230; sesuai dengan gaji dan tunjangan yang kalian dapat dari pajak kami. Ingat itu!</p>
<p>Bila itu terjadi, tidak perlu mengemis, tidak perlu harus bermulut manis dan tebar seribu alasan memelas. Dengan suka hati rakyat pasti akan memberikan dukungan kepada DPR untuk membangun <del>kandang</del> gedung baru, kalau perlu harus merogoh kocek dalam-dalam. Sama dengan apa yang rakyat saat ini lakukan untuk KPK. Benar, saya tidak bohong!</p>
<p>Baik..saat ini waktunya rakyat untuk<em> show of force, </em>unjuk kekuatan di depan mata DPR. Tunjukkan rakyat mempunyai kemampuan dan kepedulian akan nasib negeri ini yang telah terserang kanker akut bernama korupsi. Tunjukkan kepedulian kita dengan menyumbang sedikit pendapatan ke nomer rekening di bawah ini:</p>
<ul>
<li><strong>Bank: BNI Cabang Melawai</strong></li>
<li><strong>No</strong>:       <strong>005-612-4374 </strong></li>
<li><strong>a/n:     perkumpulan ICW</strong></li>
</ul>
<p>Kan lagi tanggal muda nih&#8230;hehehehe. Tapi ingat, kalau nyumbang jangan lebih dari 10 juta rupiah, karena persyaratan dari KPK sumbangan per orang tidak boleh lebih dari 10 juta rupiah.</p>
<p>Saya berandai-andai. Bila gedung baru KPK berhasil berdiri megah dan kokoh nantinya, yang terwujud berkat receh demi receh uang rakyat yang dengan sukarela dengan sepenuh hati dikumpulkan, maka sebuah tanggung jawab sangat besar buat orang-orang di dalam gedung baru tersebut untuk sungguh-sungguh bekerja dengan semangat tinggi dan hati nurani guna memberantas segala praktek korupsi di Indonesia. Amanah rakyat itu akan mewujud menjadi bangunan bertingkat dengan tulisan KPK di atasnya.</p>
<p>Simbol perlawanan rakyat terhadap koruptor dan antek-anteknya. Lawan!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/koin-untuk-kpk-bentuk-perlawanan-rakyat-kepada-wakilnya-di-senayan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Piala Eropa Memalingkan Hasrat Untuk Menulis :p</title>
		<link>http://totosociety.com/saat-piala-eropa-memalingkan-hasrat-untuk-menulis-p/</link>
		<comments>http://totosociety.com/saat-piala-eropa-memalingkan-hasrat-untuk-menulis-p/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 18 Jun 2012 14:01:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[OOT'ers]]></category>
		<category><![CDATA[Anas Urbaningrum]]></category>
		<category><![CDATA[Nazaruddin]]></category>
		<category><![CDATA[Neneng]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Eropa 2012]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3151</guid>
		<description><![CDATA[Mohon maaf bila blog ini lama tidak update tulisan baru yang jauh dari sebutan bermutu..hohoo &#8220;Lha emang kenapa Mas Bro?&#8221; tanya Togog. &#8220;Kagak kenapa-kenapa cuma lagi sibuk saja.&#8221; Jawab saya singkat. &#8220;Lalu? Lantas? Kenapa tidak pernah update tulisan lagi? Kehabisan bahan ya?? Ayooo ngaku!&#8221; &#8220;Udah deh..ini lagi sibuk nonton Piala Eropa tahu!!&#8221; Jawab saya ketus.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mohon maaf bila blog ini lama tidak <em>update</em> tulisan baru yang jauh dari sebutan bermutu..hohoo</p>
<p>&#8220;Lha emang kenapa Mas Bro?&#8221; tanya Togog.</p>
<p>&#8220;Kagak kenapa-kenapa cuma lagi sibuk saja.&#8221; Jawab saya singkat.</p>
<p>&#8220;Lalu? Lantas? Kenapa tidak pernah <em>update</em> tulisan lagi? Kehabisan bahan ya?? Ayooo ngaku!&#8221;</p>
<p>&#8220;Udah deh..ini lagi sibuk nonton Piala Eropa tahu!!&#8221; Jawab saya ketus.<span id="more-3151"></span></p>
<p>&#8220;Wuiihh ..nonton di Polandia atau di Ukraina Mas Bro? Kok gak ajak-ajak sih!&#8221;</p>
<p>&#8220;Boro-boro nonton langsung ke sono&#8230;ini nonton langsung di depan tv. Puass?!&#8221;</p>
<p>&#8220;Wakakakaka&#8230;woooo koplak!&#8221; Togog pun ngeloyor pergi</p>
<p>Piala Eropa mampu memalingkan hasrat untuk sekedar menulis yang rada berbobot dikit. Ya disamping itu memang jujur sih belum ada bahan tulisan untuk beropini ria.</p>
<p>Paling-paling berita tentang Neneng lagi, Neneng lagi. Anas, Nazar, Neneng. Neneng, Nazar, Anas.Ah&#8230;. bikin penyeng kepala saja!!</p>
<p>Atau berita tawuran dan bentrokan di sana-sini. Tidak preman, tidak ormas tidak pula mahasiswa. Sukanya main baku pukul dan bacok-bacokan. Duh..mau jadi apa negeri ini. Jadi khawatir nasibnya seperti Majapahit di akhir-akhir masa kejayaannya sebelum hilang tinggal nama. Jangan ya Gusti&#8230;..please</p>
<p>Ah sudahlah&#8230;..daripada pusing baca berita dalam negeri yang tidak pernah jelas isinya. Yuk nikmati permainan bola nan ciamik khas daratan Eropa. Dan sepertinya Jerman akan menjadi juara kali ini, didampingi Spanyol di tempat kedua. Semoga.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/saat-piala-eropa-memalingkan-hasrat-untuk-menulis-p/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Adipura Kencana dan Kota Tulungagung</title>
		<link>http://totosociety.com/adipura-kencana-dan-kota-tulungagung/</link>
		<comments>http://totosociety.com/adipura-kencana-dan-kota-tulungagung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Jun 2012 15:02:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Coretan Dinding]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya & Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Jawa Timur]]></category>
		<category><![CDATA[Piala Adipura]]></category>
		<category><![CDATA[Tulungagung]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3137</guid>
		<description><![CDATA[Dua tahun lalu, tepatnya lebaran tahun 2010 lalu, saya terakhir berkunjung ke sebuah kota yang sedang berbenah. Semakin ramai namun juga semakin terlihat bersih dan terawat. Rapi dan kinclong melihatnya. Itulah Tulungagung, sebuah kabupaten yang berada di selatan Kota Kediri, Jawa Timur. Dan di tahun ini, Tulungagung mendapatkan penghargaan Adipura Kencana berdua dengan Surabaya melengkapi]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dua tahun lalu, tepatnya lebaran tahun 2010 lalu, saya terakhir berkunjung ke sebuah kota yang sedang berbenah. Semakin ramai namun juga semakin terlihat bersih dan terawat. Rapi dan kinclong melihatnya. Itulah Tulungagung, sebuah kabupaten yang berada di selatan Kota Kediri, Jawa Timur.</p>
<p>Dan di tahun ini, Tulungagung mendapatkan penghargaan Adipura Kencana berdua dengan Surabaya melengkapi piala Adipura yang sudah dikoleksinya sebanyak enam kali tiada terputus sejak tahun 2006 lalu. Pantas Tulungagung terlihat semakin tertata dengan sangat baik. Tidak salah bila motto &#8220;<strong>Bersinar&#8221;</strong> menjadi acuan untuk membangun Kota di pesisir Selatan pulau Jawa bagian timur ini.</p>
<p>Dalam laman web milik<a href="http://tulungagung.go.id/index.php/berita/1509-tulungagung-raih-adipura-kencana" target="_blank"> Pemkab Tulungagung</a>, Drs. Suyanto sebagai Kabag Humas Setda menjelaskan,<span id="more-3137"></span> bahwa kelebihan warga Tulungagung dalam kegiatan sadar lingkungan diakui sebagai faktor utama dalam meraih penghargaan Adipura Kencana 2012 tersebut. Dalam hal kebersihan Pemerintah Kabupaten Tulungagung tidak main-main. Salah satu program yang menjadi andalan Kabupaten Tulungagung adalah Kampoeng Bersih di setiap tingkat RT/RW dan kelurahan. Dengan program ini seluruh masyarakat kota Tulungagung memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungannya dan membuat tiap penjuru kota Tulungagung benar-benar bersih.</p>
<p>Selain Kampoeng Bersih, ada beberapa faktor yang menunjang keberhasilan dalam meraih Adipura, diantaranya adalah :</p>
<ol>
<li>Penghijauan tepi jalan kota dengan menggunakan pohon trembesi, di mana tanaman tersebut merupakan pohon yang paling bagus menyerap Karbon Dioksida (CO2).</li>
<li>UPT Pengujian Kendaraan Bermotor, Dishubkominfo telah menguji emisi semua kendaraan Dinas dari seluruh SKPD yang ada di Pemerintah Kabupaten Tulungagung.</li>
<li>Terciptanya kawasan Terminal Penumpang yang selalu bersih dan sehat.</li>
<li>Selalu menjaga kebersihan sarana publik, misalnya: pasar, rumah sakit, jalan, dan taman kota.</li>
</ol>
<div id="attachment_3142" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/06/14.jpg"><img class="size-full wp-image-3142 " title="Stasiun Tulungagung" src="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/06/14.jpg" alt="" width="448" height="336" /></a><p class="wp-caption-text">Stasiun Tulungagung. Dulu saat saya masih kecil, depan stasiun ini ada Pasar Sore. Jadi buka dari jam 5 sore hingga selesai</p></div>
<p>Dan apa yang tertulis di laman web <a href="http://tulungagung.go.id/index.php/berita/1509-tulungagung-raih-adipura-kencana" target="_blank">Pemkab Tulungagung</a> di atas bukan sebatas retorika saja, terbukti secara nasional, Tulungagung sebagai kota dengan katagori sedang mampu bersanding dengan Surabaya sebagai kota metropolitan berduet mendapatkan penghargaan Adipura Kencana untuk meneruskan tradisi peraih penghargaan Piala Adipura yang sudah diraih sebelum-sebelumnya.</p>
<p>Tidak mudah lho memperoleh penghargaan Adipura apalagi Adipura Kencana. Karena diperlukan tidak hanya pengelolaan kebersihan lingkungan dan penghijauan semata namun juga terobosan &#8211; terobosan dalam menangani masalah kebersihan lingkungan. Dan tentu saja diperlukan sebuah konsistensi untuk itu semua.</p>
<p>Maju terus kota kelahiran saya, Tulungagung. Asrikan selalu kotamu dan sejahterakan pendudukmu.</p>
<p>Jadi kangen dengan dingin lereng Gunung Wilis, kangen Sungai Brantas dengan kicaun burungnya, kangen Pegunungan Kidul dengan Candi Dadi dan Gua Silomanglengnya yang misterius. Saksi bisu sebuah sisa-sisa kebesaran Kerajaan Majapahit silam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selengkapnya ini daftar 125 kota penerima Adipura 2012:</p>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Penerima Adipura Kencana</strong></span></p>
<ol>
<li>
<div>Surabaya (Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div><strong>Kabupaten Tulungagung</strong> (Jawa Timur)</div>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Kategori Kota Metropolitan </strong>(berpenduduk lebih dari 1 juta jiwa) </span></p>
<ol>
<li>
<div>Surabaya (Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Tangerang (Banten)</div>
</li>
<li>
<div>Palembang (Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Jakarta Pusat (DKI Jakarta)</div>
</li>
<li>
<div>Jakarta Selatan (DKI Jakarta)</div>
</li>
<li>
<div>Jakarta Timur (DKI Jakarta)</div>
</li>
<li>
<div>Semarang (Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Medan (Sumatera Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Jakarta Utara (DKI Jakarta)</div>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Kategori Kota Besar </strong>(500.001-1.000.000 jiwa)</span></p>
<ol>
<li>
<div>Malang (Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Balikpapan (Kalimantan Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Manado (Sulawesi Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Yogyakarta (DI Yogyakarta)</div>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Kategori Kota Sedang</strong> (100.001-500.000 jiwa)</span></p>
<ol>
<li>
<div>Jombang (Kabupaten Jombang, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div><strong>Tulungagung</strong> (Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Jepara (Kabupaten Jepara, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Lumajang (Kabupaten Lumajang, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Payakumbuh (Kota Payakumbuh, Sumatera Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Madiun (Kota Madiun, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Gresik (Kota Gresik, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Lahat (Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Probolinggo (Kota Probolinggo, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Pekalongan (Kota Pekalongan, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Banda Aceh (Kota Banda Aceh, Aceh)</div>
</li>
<li>
<div>Kediri (Kota Kediri, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Metro (Kota Metro, Lampung)</div>
</li>
<li>
<div>Bontang (Kota Bontang, Kalimantan Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Pasuruan (Kota Pasuruan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Lubuk Linggau (Kota Lubuk Linggau, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Pangkal Pinang (Kota Pangkal Pinang, Bangka Belitung)</div>
</li>
<li>
<div>Cimahi (Kota Cimahi, Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Magelang (Kota Magelang, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Sidoarjo (Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Tarakan (Kota Tarakan, Kalimantan Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Kendari (Kota Kendari, Sulawesi Tenggara)</div>
</li>
<li>
<div>Tanjung Pinang (Kota Tanjung Pinang, Kepulauan Riau)</div>
</li>
<li>
<div>Curup (Kabupaten Rejang, Lebong Bengkulu)</div>
</li>
<li>
<div>Palopo (Kota Palopo, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Kudus (Kabupaten Kudus, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Sukabumi (Kota Sukabumi Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Cilacap (Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Blitar (Kota Blitar, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Banjarbaru (Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Pare Pare (Kota Pare-Pare, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Cirebon (Kota Cirebon, Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Bitung (Kota Bitung, Sulawesi Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Cianjur (Kabupaten Cianjur, Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Ternate (Kota Ternate, Maluku Utara)</div>
</li>
</ol>
<p><span style="color: #0000ff;"><strong>Kategori Kota Kecil </strong>(kurang dari 100.000 jiwa)</span></p>
<ol>
<li>
<div>Lamongan (Kabupaten Lamongan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Tuban (Kabupaten Tuban, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Kayu Agung (Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Muara Enim (Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Bojonegoro (Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Nganjuk (Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Mojosari (Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Pacitan (Kabupaten Pacitan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Magetan (Kabupaten Magetan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Ponorogo (Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Temanggung (Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Sumenep (Kabupaten Sumenep, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Kepanjen (Kabupaten Malang, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Caruban (Kabupaten Madiun, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Boyolali (Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Kraksaan (Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Pare (Kabupaten Kediri, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Amlapura (Kabupaten Karangasem, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Pagar Alam (Kota Pagar Alam, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Bangkalan (Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Trenggalek (Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Sampang (Kabupaten Sampang, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Slawi (Kabupaten Tegal, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Pangkalan Bun (Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Kalianda (Kabupaten Lampung Selatan, Lampung)</div>
</li>
<li>
<div>Sarolangun (Kabupaten Sarolangun, Jambi)</div>
</li>
<li>
<div>Bangil (Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Pamekasan (Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Ngawi (Kabupaten Ngawi, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Badung (Kabupaten Badung, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Pati (Kabupaten Pati, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Purwodadi (Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Kolaka (Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara)</div>
</li>
<li>
<div>Pangkajene (Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Gianyar (Kabupaten Gianyar, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Sibolga (Kota Sibolga, Sumatera Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Situbondo (Kabupaten Situbondo, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Wonosobo (Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Sanana (Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Padang Panjang (Kota Padang Panjang, Sumatera Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Purbalingga (Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Bantaeng (Kabupaten Bantaeng, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Pinrang (Kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Sekayu (Kabupaten Musi Banyu Asin, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Donggala (Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Bangko (Kabupaten Merangin, Jambi)</div>
</li>
<li>
<div>Wlingi (Kabupaten Blitar, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Tidore (Kabupaten Tidore, Kepulauan Maluku Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Menggala (Kabupaten Tulang Bawang, Lampung)</div>
</li>
<li>
<div>Martapura (Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Tanjung Balai (Kota Tanjung Balai, Sumatera Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Stabat (Kabupaten Langkat, Sumatera Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Bulukumba (Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Barabai (Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Airmadidi (Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Bondowoso (Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur)</div>
</li>
<li>
<div>Ciamis (Kabupaten Ciamis, Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Malili (Kabupaten Luwu Timur, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Karanganyar (Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Bengkalis (Kabupaten Bengkalis, Riau)</div>
</li>
<li>
<div>Rembang (Kabupaten Rembang, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Solok (Kota Solok, Sumatera Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Lubuk Pakam (Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Prabumulih (Kota Prabumulih, Sumatera Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Barru (Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Wonogiri (Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Limboto (Kabupaten Gorontalo, Gorontalo)</div>
</li>
<li>
<div>Bangli (Kabupaten Bangli, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Watansoppeng (Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Kotamobagu (Kota Kotamubagu, Sulawesi Utara)</div>
</li>
<li>
<div>Sengkang (Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Indramayu (Kabupaten Indramayu, Jawa Barat)</div>
</li>
<li>
<div>Singaraja (Kabupaten Buleleng, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Martapura (Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan)</div>
</li>
<li>
<div>Sampit (Kabupaten Kota Waringin Timur, Kalimantan Tengah)</div>
</li>
<li>
<div>Tabanan (Kabupaten Tabanan, Bali)</div>
</li>
<li>
<div>Pelabuhan Ratu (Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat)</div>
</li>
</ol>
<p>&nbsp;</p>
<address>Sumber:<a href="http://tulungagung.go.id/index.php/berita/1509-tulungagung-raih-adipura-kencana" target="_blank"> Tulungagung.go.id </a>/ <a href="http://alamendah.wordpress.com/2012/06/06/daftar-kota-penerima-piala-adipura-2012/comment-page-2/#comment-48694" target="_blank">alamendah.wordpress.com</a></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/adipura-kencana-dan-kota-tulungagung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Intoleransi Melanda Indonesia, Benarkah?!</title>
		<link>http://totosociety.com/intoleransi-melanda-indonesia-benarkah/</link>
		<comments>http://totosociety.com/intoleransi-melanda-indonesia-benarkah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 06 Jun 2012 13:48:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya & Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia dan toleransi antar umat beragama]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan toleransi]]></category>
		<category><![CDATA[Pidato KH Hasyim Muzadi]]></category>
		<category><![CDATA[Toleransi Agama di Indonesia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3121</guid>
		<description><![CDATA[Dalam sidang tinjauan periodik universal II (Universal Periodic Review &#8211; UPR) di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa yang diikuti 49 negara anggota dewan HAM, termasuk Indonesia, sejumlah delegasi negara peserta sidang, seperti Austria, Norwegia, Belanda, Jerman, India, dan Italia, menyoroti seputar persoalan intoleransi dan perlindungan hak-hak minoritas di Indonesia. Benarkah persoalan intoleransi mulai mengkhawatirkan di negeri]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam sidang tinjauan periodik universal II (Universal Periodic Review &#8211; UPR) di Dewan HAM Perserikatan Bangsa Bangsa yang diikuti 49 negara anggota dewan HAM, termasuk Indonesia, sejumlah delegasi negara peserta sidang, seperti Austria, Norwegia, Belanda, Jerman, India, dan Italia, menyoroti seputar persoalan intoleransi dan perlindungan hak-hak minoritas di Indonesia.</p>
<p>Benarkah persoalan intoleransi mulai mengkhawatirkan di negeri yang dari dahulu terkenal sebagai negara yang mempunyai rasa toleransi tinggi? Indikator apa yang dipakai oleh beberapa negara di atas sehingga menyimpulkan kalau Indonesia mulai beranjak menjadi negara intoleransi?<span id="more-3121"></span></p>
<p>Sepertinya sejenak kita perlu menelaah isi pidato dari KH. Hasyim Muzadi di bawah ini yang kemarin-kemarin heboh di media sosial dunia maya:</p>
<p>Isi pidato KH. Hasyim Muzadi, Presiden WCRP (World Conference on Religions for Peace) &amp; Sekjen ICIS (International Conference for Islamic Scholars) &amp; Mantan Ketum PBNU  tentang tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia oleh Sidang PBB di Jeneva :</p>
<blockquote><p>&#8220;Selaku Presiden WCRP dan Sekjen ICIS, saya sangat menyayangkan tuduhan INTOLERANSI agama di Indonesia. Pembahasan di forum dunia itu, pasti karena laporan dari dalam negeri Indonesia. Selama berkeliling dunia, saya belum menemukan negara muslim mana pun yg setoleran Indonesia.</p>
<p>Kalau yang dipakai ukuran adalah masalah AHMADIYAH, memang karena Ahmadiyah menyimpang dari pokok ajaran Islam, namun selalu menggunakan stempel Islam dan berorientasi Politik Barat. Seandainya Ahmadiyah merupakan agama tersendiri, pasti tidak dipersoalkan oleh umat Islam.</p>
<p>Kalau yang jadi ukuran adalah GKI YASMIN Bogor, saya berkali-kali kesana, namun tampaknya mereka tidak ingin selesai. Mereka lebih senang Yasmin menjadi masalah nasional dan dunia untuk kepentingan lain daripada masalahnya selesai.</p>
<p>Kalau ukurannya PENDIRIAN GEREJA, faktornya adalah lingkungan. Di Jawa pendirian gereja sulit, tapi di Kupang (Batuplat) pendirian masjid juga sangat sulit. Belum lagi pendirian masjid di Papua. ICIS selalu melakukan mediasi.</p>
<p>Kalau ukurannya LADY GAGA &amp; IRSHAD MANJI, bangsa mana yang ingin tata nilainya dirusak, kecuali mereka yang ingin menjual bangsanya sendiri untuk kebanggaan Intelektualisme Kosong?</p>
<p>Kalau ukurannya HAM, lalu di Papua kenapa TNI / Polri / Imam Masjid berguguran tidak ada yang bicara HAM?</p>
<p>Indonesia lebih baik toleransinya dari Swiss yang sampai sekarang tidak memperbolehkan Menara Masjid, lebih baik dari Perancis yang masih mempersoalkan Jilbab, lebih baik dari Denmark, Swedia dan Norwegia, yang tidak menghormati agama, karena di sana ada UU Perkawinan Sejenis. Agama mana yang memperkenankan perkawinan sejenis?!</p>
<p>Akhirnya kembali kepada bangsa Indonesia, kaum muslimin sendiri yang harus sadar dan tegas, membedakan mana HAM yang benar (humanisme) dan mana yang sekedar Weternisme&#8221;.</p></blockquote>
<p>Intinya..mari kita lihat dulu akar permasalahannya yang terjadi sehingga tidak dengan mudah dibelokkan isu intoleransi melanda negeri yang kaya akan keberagaman Suku, Agama maupun Ras. Jangan sembarangan menjadikan masalah HAM demi alasan pribadi atau golongan tanpa peduli dengan hak asasi orang lain, lebih-lebih mayoritas. Karena tanpa sadar, saat kita berbicara HAM maka mau tidak mau, suka tidak suka, kita akan bersentuhan secara langsung dengan HAM orang lain juga. Dari sini pentingnya mendahulukan rasa <strong>tepo seliro</strong> atau <strong>tenggang rasa</strong> yang diajarkan sejak dari kita duduk di bangku sekolah dasar dahulu kala. Jangan sampai satu jari tangan mengalahkan sembilan jari tangan lainnya.</p>
<p>Hal penting lainnya, seperti yang saya kutip dari tulisan bung <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2012/06/05/pidato-kh-hasyim-muzadi-heboh/" target="_blank">Muhammad Zaki</a> di Kompasiana, kita sebagai bangsa Indonesia yang merdeka dan berbudaya harus berani menentukan sikap, apakah kita akan mengikuti paham humanisme seperti yang dianut Gandhi atau paham Weternisme.</p>
<p>Jika kita menganut paham humanisme seperti yang dianut Gandhi, maka kita harus bangga dan membusungkan dada dengan keragaman bangsa dan budaya kita sebagai sebuah negara yang berdaulat dengan ciri-ciri dan karakter yang mungkin tidak selalu sejalan dengan bangsa lain di belahan dunia lainnya. Indonesia jelas berbeda.</p>
<p>Namun, jika Westernisme yang dipilih oleh kita, jadilah bangsa ini hanya sebagai bangsa pengekor yang tidak memiliki jati diri. Karena menganggap benar dan wah segala hal yang datang dari orang lain khususnya Barat, walaupun diketahui hal itu bertentangan dengan budaya dan jati diri bangsa ini. Tentu kita tidak ingin menjadi bangsa &#8220;alay&#8221; yang tidak jelas jati dirinya <img src='http://totosociety.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Bung <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2012/06/05/pidato-kh-hasyim-muzadi-heboh/">Muhammad Zaki</a> juga mengingatkan kepada kita tentang wasiat Bapak Proklamator bangsa Indonesia yang berbicara tentang syarat menjadi negara yang mempunyai harga diri tinggi. Kata Bung Karno ada tiga faktor untuk itu, yaitu:</p>
<ol>
<li>Berdikari dalam bidang ekonomi,</li>
<li>Berdaulat dalam bidang politik, dan</li>
<li>Berkepribadian dalam bidang budaya.</li>
</ol>
<p>Mari kita penuhi tiga faktor di atas, sehingga bangsa yang luhur ini tidak tercerai berai hanya karena isu intoleransi yang diseru oleh negara lain yang merasa paling toleran di dunia. Sanggup kan?!</p>
<p>Mari jaga toleransi sesama, yang mayoritas tahu diri untuk senantiasa melindungi yang minoritas agar tercipta rasa aman dan nyaman. Sebaliknya yang minoritas sadar diri untuk senantiasa menghormati dan menghargai sehingga tidak ada istilah &#8220;ngelunjak&#8221;.  Dan jangan jadikan kekerasan menjadi solusi utama dalam menyelesaikan persoalan umat yang ada, dengan mengesampingkan musyawarah mufakat yang seharusnya menjadi acuan utama.</p>
<p>Indahnya kebersamaan, indahnya Indonesia.</p>
<p><a href="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/06/Perbedaan-itu-indah.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-3132" title="Perbedaan itu indah" src="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/06/Perbedaan-itu-indah.jpg" alt="" width="470" height="260" /></a></p>
<p>&nbsp;</p>
<address>Sumber: <a href="http://sosbud.kompasiana.com/2012/06/05/pidato-kh-hasyim-muzadi-heboh/" target="_blank">kompasiana /</a><a href="http://www.tribunnews.com/2012/06/04/pidato-hasyim-muzadi-yang-menghebohkan-beredar-luas" target="_blank">Tribunnews</a></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/intoleransi-melanda-indonesia-benarkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Meramal Nasib Ical di Arena Pilpres 2014</title>
		<link>http://totosociety.com/meramal-nasib-ical-di-arena-pilpres-2014/</link>
		<comments>http://totosociety.com/meramal-nasib-ical-di-arena-pilpres-2014/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 14:27:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Hukum & Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Aburizal Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Anies Baswedan]]></category>
		<category><![CDATA[Gerakan Indonesia Mengajar]]></category>
		<category><![CDATA[Golkar]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[Pilpres 2014]]></category>
		<category><![CDATA[Politik]]></category>
		<category><![CDATA[Politik di Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Tas bergambar Aburizal Bakrie]]></category>
		<category><![CDATA[Universitas Paramadina]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3107</guid>
		<description><![CDATA[Tipis&#8230;&#8230;. Iya, menurut ramalan rumput bergoyang, kans Ical untuk menjadi RI 1 di 2014 nanti sangat tipis. Meskipun Aburizal Bakrie berkoar bahwa sangat siap untuk menjadi presiden dengan dukungan besar dari Partai Golkar. Kesempatan untuk menang sangat tipis lho Om Ical. Ini tentunya bila skenario pilpres berjalan lancar dan bersih tanpa intrik gelap. Pun bila]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tipis&#8230;&#8230;.</p>
<p>Iya, menurut ramalan rumput bergoyang, kans Ical untuk menjadi RI 1 di 2014 nanti sangat tipis. Meskipun Aburizal Bakrie berkoar bahwa sangat siap untuk menjadi presiden dengan dukungan besar dari Partai Golkar. Kesempatan untuk menang sangat tipis lho Om Ical. Ini tentunya bila skenario pilpres berjalan lancar dan bersih tanpa intrik gelap. Pun bila Ical menyatakan siap untuk memimpin Indonesia, saya malah tidak siap Ical menjadi Presiden Indonesia. Terlalu banyak hutang yang harus diselesaikan Ical untuk rakyat Indonesia. Dan mungkin bukan saya saja yang tidak siap Indonesia dipimpin seorang Aburizal Bakrie, banyak di luaran sana yang ikut mengamini saya. Bukan begitu?</p>
<p>Tidak perlu saya sebut satu-persatu hutang-hutang Aburizal Bakrie kepada negara ini. <span id="more-3107"></span>Kalau rakyat pintar pasti paham dengan daftar hitam dari seorang capres ini. Belum lagi ambisi besar yang terlihat dari seorang Ketum Golkar ini yang terlihat paling agresif menunjuk diri sendiri sebagai orang yang layak jadi Presiden Indonesia.</p>
<blockquote><p>”Saya siap menjadi presiden tahun 2014. Dengan kekuatan dan dukungan yang besar dari partai, saya yakin bisa menjalankan amanat memajukan bangsa Indonesia,” kata Aburizal di Ciamis, Jawa Barat, Selasa (29/5/2012).</p></blockquote>
<p>Bukan<em> underestimate</em> dan bukan pula melecehkan kemampuan Aburizal Bakrie sebagai seorang pengusaha dan politikus, untuk urusan itu mungkin Ical memang jagonya. Namun negara ini tidak membutuhkan seorang pengusaha yang punya citra negatif di mata rakyat. Negara ini tidak memerlukan politikus yang hanya pintar berwacana demi kepentingan pribadi dan golongannya. Yang dibutuhkan Indonesia saat ini adalah seorang negarawan sejati. Negarawan yag mempunyai visi dan misi untuk kemajuan bangsa dan negara. Yang meletakkan kemakmuran rakyat di atas pundak sendiri di atas segala-galanya. Jauh di atas kepentingan pribadi.</p>
<p>Partai Golkar yang semenjak runtuhnya Orde Baru seperti beringin yang kehilangan kerindangan dan kokoh pohonnya, seharusnya Golkar kalau ingin kembali berjaya di kancah politik negeri ini kudu berpikir dua kali untuk meletakkan Aburizal Bakrie sebagai kandidat terkuat untuk maju di arena Pilpres 2014 nanti. Ical tidak memiliki popularitas di mata calon pemilih nantinya.</p>
<p>”Kami yakin, dengan prestasi dan tingkat popularitasnya yang tinggi, Aburizal pantas menjadi presiden tahun 2014 mendatang,” kata seorang Kader Partai Golkar yang juga Ketua Komisi II DPR, Agun Gunandjar Sudarsa.</p>
<p>Hehehe..prestasi apa yang dihasilkan dari tangan seorang Ical? Tas bergambar wajahnya yang dihargai sekian juta untuk ongkos pemilu? Lumpur Lapindo? Bakrie life yang masih nunggak ke nasabahnya? Penggelapan pajak anak perusahaannya? Gayus?</p>
<p>Popularitas? popularitas apa? kalau popularitas negatif iya sih. Siapa yang tidak kenal dengan Ical? Kalau ada yang menyebut Ical, maka luberan lumpur bakal ikut membayang di pikiran. Lumpur Lapindo itu Ical, dan Ical itu Lumpur Lapindo. Betul?</p>
<p>Golkar sebagai partai besar seharusnya memikirkan hal tersebut dan menyiapkan kandidat lain. Kandidat kuat dan tentunya yang mempunyai masa besar, pengalaman di panggung politik yang panjang, citra yang masih relatif bersih, minim daftar hitam dan tentunya mempunyai visi dan misi untuk percepatan Indonesia menjadi nagara yang besar.</p>
<p>Kalau dari kadernya sendiri yang sudah cukup populer ada nama Jusuf Kalla. Memang JK kalau dilihat dari usia memang sudah lumayan tua, namun sejauh ini hanya JK yang sepertinya akan menjadi jagoan untuk Pilpres 2014 dari partai pohon beringin ini.</p>
<p>Atau mungkin Golkar ingin mengambil dari luaran lingkungan partainya?</p>
<p>Hayooo siapa yang sekiranya cocok untuk membawa Indonesia ke arah lebih baik? Masih muda, punya visi dan misi yang bagus untuk generasi mendatang. Bersih catatan kariernya. Punya banyak prestasi dan dikenal luas tidak hanya di dalam negeri namun juga di mancanegara. Siapa kira-kira?</p>
<p>Ada satu nama yang kiranya boleh sedikit dilirik&#8230;.<strong>Anies Baswedan!</strong></p>
<p>Ada yang kenal itu nama? tahu Gerakan Indonesia Mengajar? tahu Universitas Paramadina?</p>
<p>Anies Baswedan lah sebagai pencetus Gerakan Indonesia Mengajar, Anies Baswedan lah yang menjadi rektor termuda di Indonesia di mana saat usinya baru 38 sudah menjabat sebagai rektor Universitas Paramadina. Anies Baswedan lah orangnya  yang mendapat anugerah sebagai 100 Tokoh Intelektual Muda Dunia versi Majalah <em>Foreign Policy</em> dari Amerika Serikat.</p>
<p>Bolehlah Golkar atau partai lain yang ingin membuat perubahan untuk Indonesia melirik lelaki kelahiran Kuningan, Jawa Barat, 7 Mei 1969 ini. Ini hanya satu contoh dari banyak contoh figur atau tokoh lainnya. Seorang figur yang masih relatif bersih, muda dan tentunya mempunyai prestasi untuk kemajuan bangsa dan negara. Terlalu prematurkah?</p>
<p>Kembali ke nasib Aburizal Bakrie di tahun 2014 nanti. Sepertinya akan menjadi sebuah pertaruhan besar buat Partai Golkar bila tetap ngotot menggusung Ical sebagai jagoan tunggal partai ini guna berlaga di arena Pilpres 2014 nanti. Namun semua berpulang kepada Golkar sebagai partai politik yang sudah sangat kenyang makan asam garam kancah perpolitikan di Indonesia.</p>
<p>Saya bukanlah kader atau simpatisan partai kuning atau partai lainnya. Penulis hanyalah warga negara yang punya keinginan sama seperti kawan semua, ingin menyaksikan perubahan Indonesia menjadi Marcusuar Dunia. 2014 lah perubahan itu akan kembali dimulai. Berubah semakin baik atau kebalikannya, nyungsep! Semua berpulang kepada kita semua.</p>
<p>Ada opini lain?</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/meramal-nasib-ical-di-arena-pilpres-2014/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bukan Tugu yang Kami Butuhkan Pak! Teriak Masyarakat Sebatik</title>
		<link>http://totosociety.com/bukan-tugu-yang-kami-butuhkan-pak-teriak-masyarakat-sebatik/</link>
		<comments>http://totosociety.com/bukan-tugu-yang-kami-butuhkan-pak-teriak-masyarakat-sebatik/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2012 17:50:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Ekonomi & Kewirausahaan]]></category>
		<category><![CDATA[Hankam & Militer]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Kota bandar Tawau]]></category>
		<category><![CDATA[Malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[Marinir]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Sebatik]]></category>
		<category><![CDATA[Tugu Garuda Perkasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3093</guid>
		<description><![CDATA[Satuan tugas Marinir Ambalat XIV yang saat ini bertugas di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, akan membangun monumen tugu Garuda Perkasa di perbatasan Indonesia-Malaysia. Maksud dibangunnya tugu tersebut untuk mempererat dan memperkokoh nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme bagi masyarakat di Pulau Sebatik, sebagai wilayah perbatasan antara dua negara,&#8221; demikian petuah Komandan Satgas Marinir Ambalat XIV]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Satuan tugas Marinir Ambalat XIV yang saat ini bertugas di Pulau Sebatik, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, akan membangun <strong>monumen tugu Garuda Perkasa</strong> di perbatasan Indonesia-Malaysia.</p>
<p>Maksud dibangunnya tugu tersebut untuk mempererat dan memperkokoh nilai-nilai nasionalisme dan patriotisme bagi masyarakat di Pulau Sebatik, sebagai wilayah perbatasan antara dua negara,&#8221; demikian petuah Komandan Satgas Marinir Ambalat XIV Pulau Sebatik, Kapten Marinir Suherman di Sebatik, Sabtu (26/5/2012) ini.<span id="more-3093"></span></p>
<p>Sedangkan latar belakang dibangunnya tugu Garuda Perkasa dikarenakan masyarakat di Pulau Sebatik mempunyai ketergantungan sangat tinggi  secara ekonomi dengan Tawau Malaysia yang ditakutkan akan menipiskan rasa nasionalisme di dada setiap penduduk Pulau Sebatik.</p>
<p>Diharapkan dengan adanya tugu Garuda Perkasa maka rasa cinta tanah air akan bertambah kuat.</p>
<blockquote><p>&#8220;Kami ingin menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada seluruh masyarakat Pulau Sebatik. Saya lihat ketergantungan ekonomi dengan Malaysia sangat tinggi, sehingga dimungkinkan melunturnya rasa nasionalismenya,&#8221; kata Suherman.</p></blockquote>
<p>Untuk pendanaannya akan ditanggung oleh pengusaha di Pulau Sebatik dan pemerintah kecamatan setempat.</p>
<p>Demikian info yang saya baca di Kompas barusan.</p>
<p>Boleh &#8211; boleh saja membangun sebuah tugu untuk menunjukkan atau membangkitkan rasa nasionalisme, namun semua itu hanya akan menjadi rasa nasionalisme semu belaka bila persoalan mendasar yang selama ini dialami masyarakat Pulau Sebatik tidak tersentuh. Tugu tersebut hanya akan menjadi tugu batu kesepian bila pertanyaan &#8220;Mengapa penduduk Sebatik lebih suka berbelanja dan melakukan kegiatan ekonomi dengan kota Tawau di Malaysia daripada dengan kota lainnya di Indonesia?&#8221; tidak terjawab dengan tuntas.</p>
<p>Tugu itu bukan jawaban tepat untuk pertanyaan di atas. Tugu itu bukan solusi tepat untuk permasalahan mendasar rakyat Pulau Sebatik.</p>
<p>Lucu&#8230;. bila ketergantungan ekonomi dengan Tawau harus ditukar dengan sebuah tugu untuk memperkuat rasa nasionalisme. Maaf Kapten Suherman, saya tidak menyalahkan anda. Niat anda bagus kok, karena niat itu timbul dari jiwa patriotik seorang Marinir. Dan itu sesuatu yang wajar. Namun dengan berat hati harus saya katakan sekali lagi, membangun tugu di Pulau Sebatik tidak akan membuat penduduk setempat akan kenyang.</p>
<p>Ekonomi harus dilawan dengan ekonomi, itu baru tepat. Namun memang ini bukan bidangnya militer dan bukan tugas seorang Marinir untuk memikirkan sarana dan prasarana guna meningkatkan ekonomi di Pulau Sebatik tanpa harus tergantung dengan Tawau, Malaysia. Ini tentunya tugas dari pemerintah Indonesia dan pemerintah daerah setempat.</p>
<div id="attachment_3100" class="wp-caption aligncenter" style="width: 588px"><a href="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/05/00-sebatik.jpg"><img class="size-full wp-image-3100 " title="00-sebatik" src="http://totosociety.com/wp-content/uploads/2012/05/00-sebatik.jpg" alt="" width="578" height="479" /></a><p class="wp-caption-text">Perbatasan Sebatik - Tawau</p></div>
<p>Lihat bagaimana pemerintah Malaysia memperlakukan kota-kota perbatasan terluarnya.  Perhatikan bagaimana pemerintah Malaysia dengan perencanaan jangka panjang yang matang mampu membangun infrastruktur kota &#8211; kota terluarnya yang berbatasan langsung dengan Indonesia, khususnya Tawau. Sehingga bila kita perhatikan dengan mata dan kejujuran, terlihat bagaimana timpangnya kondisi antara Tawau dan Sebatik. Kata orang bijak ibarat langit dan bumi. Miris kawan!!</p>
<p>Pemerintah Malaysia membangun Tawau menjadi kota bisnis utama di wilayah utara Pulau Borneo dengan konsep pengembangan kota water front city. Sehingga tidak salah bila kota Bandar Tawau menjadi magnet kuat untuk menarik penduduk pulau Sebatik berbondong-bondong mencari sepiring nasi di Tawau, Malaysia.</p>
<p>Jadi jangan salahkan penduduk Sebatik bila merek jenis makanan minuman serta aneka barang keperluan rumah tangga milik warga penduduk Sebatik, trade mark semua made in Malaysia. Begitu pun mata uang yang dipergunakan warga penduduk Pulau Sebatik dalam transaksi jual beli sehari hari, lebih menyenangi menggunakan mata uang ringgit Malaysia ketimbang mata uang rupiah.</p>
<p>Pemerintah Malaysia sudah sejak lama mempersiapkan Bandar Tawau untuk menjadi pusat perdagangan yang nantinya akan menjadi kota satelit sebagai penopang kota Sabah. Patut diacungi jempol bagaimana Pemerintah Kerajaan Malaysia memperlakukan secara istimewa kota perbatasannya tersebut.</p>
<p>Bertolak belakang dengan pemerintah Indonesia yang sepertinya acuh tak acuh dan tidak mempunyai program jangka panjang untuk mengelola kota-kota perbatasan terluarnya  agar bagus sarana dan prasarananya sehingga mampu mendongkrak perekonomian penduduk kota tersebut dan tentu saja pempertebal kecintaannya akan Indonesia secara otomatis. <strong>Bukan dengan membangun tugu!!!</strong></p>
<p>&#8220;Tugu tidak bisa membuat perut kenyang Pak!! Tugu tidak bisa membuat otak pintar Pak!!  Tugu tidak akan membuat dompet tebal!!&#8221;</p>
<p>Suatu malam warga penduduk pulau Sebatik yang bermukim di sepanjang garis pantai terlihat menatap kemilau gemerlap lampu kehidupan malam kota Tawau dengan tatapan penuh harap. Sebaliknya, warga penduduk Tawau, samar-samar dapat menyaksikan temaram cahaya lampu satu-satu rumah penduduk Pulau Sebatik dengan perasaan iba. Dan tangis penduduk Tawau meledak saat mata tertuju kepada sebuah tugu yang dengan pongahnya berdiri menantang di seberang sana.</p>
<p>&#8220;Lagi-lagi saudara kami di Sebatik harus dibodohin oleh pemerintahannya untuk kesekian kali setelah bertahun-tahun dimiskinkan pula tanpa ada perhatian&#8221; gumam penduduk Tawau malam itu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<address>Sumber:<a href="http://regional.kompas.com/read/2012/05/26/2333342/Marinir.Akan.Bangun.Tugu.Perbatasan.di.Pulau.Sebatik" target="_blank"> Kompas</a> / Antara / <a href="http://hikmawansp.wordpress.com/2012/01/29/politik-perbatasan-di-pulau-sebatik-kalimantan-timur/" target="_blank">Hikmawan</a></address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/bukan-tugu-yang-kami-butuhkan-pak-teriak-masyarakat-sebatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saat Islam dan Korupsi Menjadi Mayoritas di Negara Ini</title>
		<link>http://totosociety.com/saat-islam-dan-korupsi-menjadi-mayoritas-di-negara-ini/</link>
		<comments>http://totosociety.com/saat-islam-dan-korupsi-menjadi-mayoritas-di-negara-ini/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 May 2012 12:14:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tototapalnise</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sosial Budaya & Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Islam dan Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Korupsi]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Singapura]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://totosociety.com/?p=3078</guid>
		<description><![CDATA[Kali ini kita akan membahas masalah korupsi. Iya, lagi-lagi korupsi yang akan kita bahas&#8230;hehehe Saya tahu kawan semua sudah bosan mendengar kata korupsi di telinga, namun mau tidak mau kata korupsi tetap selalu akrab di telinga penduduk Indonesia selama korupsi itu sendiri belum hilang dari negeri besar ini. Kenapa bisa begitu? Menurut survey Corruption Perception]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kali ini kita akan membahas masalah korupsi. Iya, lagi-lagi korupsi yang akan kita bahas&#8230;hehehe</p>
<p>Saya tahu kawan semua sudah bosan mendengar kata korupsi di telinga, namun mau tidak mau kata korupsi tetap selalu akrab di telinga penduduk Indonesia selama korupsi itu sendiri belum hilang dari negeri besar ini. Kenapa bisa begitu?</p>
<p>Menurut survey Corruption Perception Index (CPI) atau indeks persepsi korupsi yang dilakukan oleh Transparency Internasional (TI), menunjukkan Indonesia masih berada pada jajaran kasta bawah negara-negara yang terjerat korupsi.</p>
<p>Berdasarkan hasil CPI Tahun 2011 yang dilakukan oleh Transparency Internasional (TI) atau induk TII , dari 183 negara yang disurvei, Indonesia menduduki peringkat 100 dengan skor 3 bersama dengan Argentina, Benin, Burkina Faso, Madagaskar, Djibouti, Malawi, Meksiko, Sao Tome and Principe, Suriname, Tanzania.<span id="more-3078"></span></p>
<p>Memang peringkat tersebut mengalami peningkatan dan menunjukkan trend positif karena pada tahun sebelumnya, Indonesia berada di urutan ke 100 dengan skor 2,8.</p>
<p>Puaskah? Oooh tentu tidak! Karena untuk mencapai nilai 10 yakni nilai tertinggi untuk negara dengan tingkat korupsi nol masih sangat-sangat jauh. Target tidak usah terlalu muluk, masuk 50 besar saja itu sudah hal yang sangat baik untuk Indonesia. Tapi apakah bisa? Seperti pungguk merindukan terang bulan.</p>
<p>Singapura yang merupakan tetangga dekat kita selalu berada di urutan jajaran atas negara-negara terbersih dari korupsi &#8212; tiga besar &#8212; dengan nilai 9,2. Malu seharusnya kita kalau melihat jenjang nilai yang sangat jauh antara Indonesia dengan negara kecil tersebut. Apalagi mayoritas negara kita penganut agama Islam yang seharusnya bebas dari yang namanya korupsi. Nyatanya berbicara lain bukan?</p>
<p>Kok bisa? Pasti ada yang salah!</p>
<p>Iya &#8230; pasti ada yang salah dengan umat mayoritas di Indonesia saat ini. Bukan agamanya dan ajarannya yang salah, tapi umat dalam menggunakan agamanya dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>Mari kita bahas korupsi dalam kacamata Islam.</p>
<p>Menurut mayoritas ulama Syafi&#8217;iyyah, tindakan korupsi dikatagorikan dalam Al-ghulul yaitu penghianatan terhadap harta yang diamanahkan dan Al-Ghasysy yaitu penipuan. Jadi korupsi itu penghianatan dan penipuan harta yang diamanahkan alias penghianatan terhadap harta orang lain yang bukan miliknya.</p>
<p>Sangat jelas Islam melarang umatnya untuk berlaku khianat. Seperti yang tercantumkan dalam Quran surah Ali Imran : 161</p>
<blockquote><p>Tidak mungkin seorang Nabi berkhianat dalam urusan harta rampasan perang. Barangsiapa yang berkhianat dalam urusan rampasan perang itu, maka pada hari kiamat ia akan datang membawa apa yang dikhianatkannya itu, kemudian tiap-tiap diri akan diberi balasan tentang apa yang ia kerjakan dengan (pembalasan) setimpal, sedang mereka tidak dianiaya. (QS Ali Imran :  161)</p></blockquote>
<p>Ayat di atas turun pada saat perang Badar yang di mana saat perang itu usai ada sebagian sahabat yang berkhianat dalam masalah harta perang.</p>
<p>Lantas pada sebuah hadist shahih Rasulullah SAW bersabda: &#8220;Barang siapa yang berlaku zhalim (khianat dalam masalah harta) sejengkal tanah maka kelak pada hari kiamat akan digantungkan tujuh lapis bumi di lehernya.&#8221; (HR. Al Bukhori dan Muslim)</p>
<p>Nah lho, tidak terbayang betapa beratnya gantungan leher tersebut. Tapi kok masih saja umat ini dengan santainya tanpa rasa berdosa doyan sekali mark up proyek, penyelewengan dana anggaran, nilep uang negara, terima sogokan, suap dan uang pelecin. Apakah mereka &#8211; mereka itu tidak sadar kalau itu semua termasuk dalam korupsi, termasuk khianat dengan harta orang lain.</p>
<p>Lalu menyangkut Al-Ghasysy alias penipuan, Rosulullah SAW bersabda:&#8221;Barangsiapa yang menipu maka dia bukanlah dari golongan umatku.&#8221; (HR Muslim)</p>
<p>Yang menjadi pertanyaan lanjutan, kenapa umat ini sangat akrab dengan korupsi?</p>
<ul>
<li>Pertama, agama Islam di negara ini mayoritas merupakan agama turunan dari ayah, kakek, kakek buyut dan seterusnya. Sehingga pemahaman mendalam tentang agama yang dianutnya sangat rendah</li>
<li>Kedua, dikarenakan Islamnya merupakan agama yang diturunkan, maka kebanyakan agama hanya sebagai pemanis di KTP</li>
<li>Ketiga,agama terjebak dalam ritual keagamaan semata. Sehingga melakukan sholat, puasa, baca Quran dan ibadah lainnya hanya menjadi tujuan ke akhirat atau malah hanya menjadi ibadah penggugur sebuah kewajiban, bukan menjadikan acuan dalam kehidupan di dunia. Agama tidak menjadi acuan utama dalam bertindak di kehidupan sehari-hari.</li>
<li>Keempat, gagalnya alim ulama dalam menyampaikan ajaran Islam dan memberikan pemahaman yang mendalam kepada umat tentang apa itu Islam, bagaimana pemeluk Islam harus berkehidupan dan sebagainya</li>
<li>Kelima, umat Islam Indonesia sepertinya kehilangan panutan seorang tokoh nasional yang bersih. Seorang tokoh yang mampu memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari bagaimana seharusnya Islam menjadi penuntun seorang manusia.</li>
</ul>
<p>Mungkin lima poin di atas merupakan hal mendasar penyebab umat muslim Indonesia sangat suka berkorupsi.</p>
<p>Lalu apa solusinya?</p>
<p>Tentu solusi yang tepat adalah menjadikan agama sebagai panduan hidup dengan menjadikan alim ulama sebagai tokoh-tokoh terdepan dalam memerangi korupsi dan menjadikan dirinya sebagai contoh nyata bagi umat Islam di Indonesia. Menjadikan panutan sebagai seorang muslim yang amanah, sederhana, berdisiplin, sabar, pekerja keras, bersih, jujur dan terutama tiada sifat-sifat khianat dalam dirinya. Insya Allah Indonesia bersih!</p>
<p>Ada masukan lagi?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://totosociety.com/saat-islam-dan-korupsi-menjadi-mayoritas-di-negara-ini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
