Esemka Cikal Bakal Mobil Nasional, Benarkah?

Sudah kita ketahui bersama Walikota Solo dan wakilnya saat ini telah memiliki mobil dinas baru karya anak-anak SMK di kota Solo, sebuah mobil tipe SUV dengan nama Kiat Esemka. Apresiasi tinggi saya sampaikan secara pribadi untuk gebrakannya Joko Widodo tersebut. Karena langkah walikota yang akrab disapa Jokowi tersebut ternyata mampu membangkitkan momentum sebuah cita-cita akan mobil nasional. Terlihat dari banyaknya nada positif diberbagai media online dan forum-forum online tanah air.

Beberapa pejabat pemerintah bahkan mengikuti langkah Jokowi untuk memesan Kiat Asemka buat dijadikan tunggangannya. Semisal Roy Suryo yang inden empat bulan, juga Marzuki Alie ketua DPR yang memesan Esemka Double Cabin untuk dijadikan kendaraan PATWAL. Namun ada juga ternyata beberapa pihak yang pesimis akan munculnya Esemka sebagai calon mobil nasional.

Padahal kehadiran mobil buatan anak-anak SMK tersebut bukan lahir kemarin sore, tapi sudah ada purwarupanya pada tahun 2009 lalu. Namun memang dibutuhkan sosok figur yang mampu mengangkat isu mobil Esemka di ranah nasional dan Jokowi mampu melihat peluang tersebut dan terbukti tepat langkahnya. Banyak pihak yang merasa “tertampar” tepat di mukanya.

Buat yang mencibir dan mengatakan Jokowi hanya cari muka dan pencitraan semata, mungkin itulah pihak-pihak yang tertampar tadi..hehehhe

Memang masih dibutuhkan langkah yang panjang untuk menjadikan Esemka sebagai mobil nasional. Mobil Esemka belum menjalani uji sertifikasi layak jalan dari Dinas Perhubungan sebagai syarat awal agar dapat diproduksi secara massal. Belum lagi dari mobil Esemka itu sendiri yang masih harus banyak perbaikan di sana-sini.

Semisal; mesin yang dirasa kurang bertenaga, tingkat kebisingan mobil, pemakaian lampu utama yang masih menggunakan hasil kanibalisme dari spare part mobil lain, kopling yang masih keras, dashboard yang masih kurang rapi.

Terlepas dari itu yang patut kita hargai adalah daya kreasi dan kreatifitas anak-anak tersebut. Tidak usah muluk-muluk mobil Esemka harus sempurna layaknya merek-merek ternama seperti Honda atau Toyota. Tentu bukan bandingan hasil kreasi anak-anak SMK.

Ingat mereka adalah anak-anak dari SMK, Sekolah Menengah Kejuruan. Pasti dana untuk riset dan praktek kerja sangat-sangat terbatas. Bisa membuat mobil dengan kandungan lokal mencapai 80% sudah merupakan prestasi tersendiri. Jangan lantas Esemka disamakan dengan pabrikan mobil sungguhan. Tidak adil namanya

“Saya sambut baik dan dukungan penuh akan kita berikan untuk inisiatif seperti itu. Ini kan sebetulnya bentuk-bentuk yang kita tunggu sudah lama. Jadi dari sisi fiskal kita akan cari dan pelajari bentuk-bentuk inisiatif seperti apa yang bisa kita dukung,” tutur Menteri Keuangan Agus Martowardojo di kantornya (6/1/12)

Nanti kalau dukungan fiskal dari pemerintah benar-benar turun seperti yang dijanjikan oleh Menteri Keuangan Agus Martowardojo, baru silahkan bandingkan dan uji dengan produk – produk yang saya sebut di atas. Pasti mampu untuk bersaing.

 

F: Esemka Digdaya - Double Cabin(Okezone)

Janganlah buru-buru mencibir dan menurunkan semangat mereka, mereka adalah anak-anak bangsa yang membutuhkan pengakuan dari orang-orang tua yang duduk di meja penentu kebijakan negara ini. Kalau bukan kita yang menghargai karya anak sendiri lalu siapa? John English??

Apakah selamanya kita mau “dijajah” dengan produk-produk dari luar negeri? sampai kapan kita akan terus menjadi bangsa konsumtif dan boros nomor wahid di dunia?

Contohlah Korea Selatan, bagaimana mereka menghargai mobnas produk anak bangsanya yang bernama Hyundai KIA. Para pejabat diwajibkan untuk memakai produk tersebut sebagai mobil dinas sebagai bentuk keteladanan agar menjadi contoh kepada masyarakat. Demikianlah cara kita seharusnya menghargai produk sendiri. Mobil Esemka nanti bila telah lolos uji kelayakan dan diproduksi massal maka yang pertama-tama menggunakannya tentu adalah para pejabat negara sebagai mobil dinas harian dan langkah ini,saat ini telah diawali oleh Jokowi si Walikota Solo pengusah mebel yang tidak pernah mengambil gaji walikotanya.

Sumber daya manusianya sudah banyak tersedia, namun sumber dana ini yang masih belum mengucur. Semoga disamping pemerintah yang akan membantu dari sisi fiskal nantinya benar-benar terwujud, diharapkan juga ada investor dalam negeri yang tertarik dan menanamkan modalnya agar Esemka tumbuh menjadi raja di negeri sendiri. Supaya Indonesia mampu memiliki merek mobil nasionalnya sendiri.

Sebuah merek mobil nasional yang digdaya dan sanggup bersaing dengan merek-merek mobil kelas dunia. Masak kita kalah sama Proton buatan negeri tetangga yang katanya saudara muda bangsa ini. Saudara muda aja sudah bisa membikin dan mengekspor mobil nasionalnya….lha saudara tuanya kapan??? Esemka jawabannya….semoga

Memang kita pernah mempunyai mobil nasional, dua merek sekaligus malah, Timor dan Bimantara. Namun dua nama tersebut tinggal cerita saja, meskipun Timor masih dapat kita jumpai bersliweran di jalanan. Semoga kegagalan mobil nasional seperti era Orde Baru tidak terulang di era reformasi saat ini.

Mobil GEA produksi PT INKA dan Tawon produksi PT Super Gasindo Jaya segera diproduksi massal pada akhir tahun 2012 ini. Masing-masing dibandrol 50 dan 40 juta. Lalu kemana Esemka? Esemka segera menyusul di belakang dengan bandrol kisaran 100 hingga 200 juta. Kita tunggu saja sama-sama sambil nyeruput kopi. Mantap tho?

0
0
  

4 Responses to Esemka Cikal Bakal Mobil Nasional, Benarkah?

  1. Nando says:

    PM Jepang pake Toyota Crown, Kanselir Jerman Pake Mercedes, Obama pake mobil keluaran General Motor, SBY pake Kiat Esemka SUV seperti punya Jokowi. Pantes koq….
    Biarpun tuh mobil dempulnya lumayan tebel. Hehehe….
    Tampilannya lumayan gagah. Kayak Fortuner gagahnya.
    Tapi ngga tau kalo digeber maksimal. Udah ada yang nyoba geber belom ya?

    • SBY pakai Tawon saja..kecil imut2 gitu bentuknya. cocok buat di Jakarta yg macet..hohoho

      Buat geber2an..nanti sekalian saat uji emisi, keselamatan dan daya tahan. Baru kalau lolos bisa produksi massal.

  2. Evi says:

    Anak2 SMK itu pasti melihat dunia dengan cara lain. an Jokowi punya kepentingan untuk tampil beda. Saat mereka ketemu klop lah..Namun aku kok mengkuatirkan nasib karir Jokowi ya Mas Toto, jika idealismenya lebih terkenal dari yg di pusat bakalan bentar lagi di geser2 tuh. Tentu dengan berbagai dalih. Sebab yg jahat dan kurang kreatif dalam mengangkat citra jumlahnya lebih banyak :)

    • wekekeke….kalau digeser-geser menyalahi aturan rakyat Solo ada di belakangnya Jokowi yg bakal mencak-mencak. Malah saya kasihan sama yg nanti meneruskan jabatan Jokowi sebagai Walikota Solo..standarnya jadi lebih berat dari walikota-walikota sebelum Jokowi..hehehe.

      Karena rakyat Solo sudah terlanjur dengan gaya kepemimpinan Jokowi yg pro rakyat alit.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*



You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

What is 7 + 8 ?
Please leave these two fields as-is:
IMPORTANT! To be able to proceed, you need to solve the following simple math (so we know that you are a human not alien) hohohoho :)