Dunia ini Hartanya Orang yang Tiada Berharta
Dunia itu merupakan rumahnya orang yang tidak punya rumah. Kotanya orang yang tidak punya kota. Kampungnya orang yang tidak punya kampung, atau negaranya orang yang tidak punya negara.
Aslinya manusia, saya, kamu, dia dan kalian itu sesungguhnya bukanlah asli penduduk dunia, kerena sebenarnya kita adalah penduduk surga. Lho kok bisa?
Iya, kita di dunia ini adalah pendatang, hanya imigran. Kita ke dunia ini karena ngikut nenek moyang kita, Adam dan Hawa. Jadi karena Adam dan Hawa di mutasi ke dunia, mau gak mau keturunannya juga untuk sementara ikut tinggal di dunia. Tentunya kita hanya sementara tinggal di dunia, tidak selamanya. Ya karena kita bukan penduduk asli dunia ini, melainkan surga. Oleh karena itu Gusti Allah mempunyai rancangan untuk mengembalikan kita ke indahnya surga.
Bagaimana untuk kembali ke surga? tentu dengan aturan dan petunjuk yang telah Gusti Allah tuliskan untuk kita umat manusia. Gusti Allah sudah memberikan petunjuk dengan jelas kepada manusia agar menemukan jalan kembali ke surga dan meninggalkan dunia dengan hati bahagia. Namun ternyata masih banyak manusia yang tidak peduli dengan petunjuk arah yang sangat jelas itu, masih banyak ternyata yang tidak ingin kembali ke surga.
Dunia ini ternyata hanyalah hartanya orang yang tidak punya harta. Karena kita hakekatnya hanya mewarisi dunia ini dari orang-orang terdahulu saja, saling bergantian. Semua barang di dunia ini sebenarnya hanyalah warisan dan saling berganti kepemilikannya. Semisal kawan yang saat ini tinggal di Jakarta, sebenarnya kawan hanyalah menempati Jakarta berganti dengan penghuni sebelumnya dan seterusnya. Karena bukan kawan yang babat alas membuka kota Batavia dan selanjutnya menjadi Jakarta saat ini. Kawan saat ini hanya memegang tampuk estafet untuk meneruskan kehidupan di Jakarta.
Karena itu ada istilah orang zaman dulu dan orang zaman kini. Saat ini mungkin kita masih disebut orang modern, tapi nanti pastinya ada masa di mana kita mendapat sebutan orang jadul. Hahahaha….benar bukan?
Pada masanya nanti, kejayaan kita saat ini akan diganti oleh generasi di bawah kita, anak-anak kita dan cucu-cucu kita, seterusnya ke bawah. Siklus tersebut akan terus berputar hingga kiamat datang. Oleh kerena itu jadi manusia itu harus hidup dengan kebaikan untuk isi dunia. Menulis sejarah hidupnya dengan catatan tinta emas. Meninggalkan warisan yang baik untuk anak – cucu kita.
“Beribadahlah seakan esok akan tutup usia, berusahalah seoalah-olah hidup seribu tahun lamanya”
Sekali lagi dunia hanyalah “piala bergilir” berganti siapa yang berhak mendapatkannya. Semua akan hilang saat kita tertutup kain kafan. Rumah megah, mobil mewah, istri cantik, harta berlimpah semua lenyap sesaat terang dunia berganti dengan gelapnya kubur. Jangan serakah hanya demi mengumpulkan harta sehingga membuang iman dan menghalalkan berbagai cara untuk memenuhi pundi-pundi hartanya. Jangan sampai akhirat tergadai dengan hanya sekeping harta dunia. Pun dengan dunia, jangan sampai dunia diabaikan hanya untuk mengejar akhirat semata. Karena tetap, fitrah manusia untuk mengisi warna-warni dunia yang nantinya dapat diwariskan menjadi manfaat untuk generasi mendatang.
Genggam dunia jangan terlalu erat, beri ruang untuk akhirat. Genggam akhirat jangan terlalu terkepal, sisakan ruang untuk genggam dunia.











Keren nih tausiahnya Mas Toto. Karena kita hanya menumpang sementara, emang sebaiknya gak usah terlalu erat menggenggam dunia ya. Ngmong2, dalam rangka misi apa ya, kok kita dari surga pelrlu mampir ke dunai sejenak untuk kembali ke sana? Kita kan gak mewarisi dosa Nabi Adam kan yah?
Dalam Quran disebutkan bahwasanya manusia itu mahkluk tersempurna, namun juga punya naluri menjadi mahkluk terserakah. Jadi apa saja manusia itu maunya semua dimiliki.
Semisal, codot. Hewan ini hanya mengambil satu saja buah dan itu cukup, coba codotnya munusia, kalau perlu sepohonnya bakal ditebang semua. Kalau kata KH Anwar Zahid suruh lihat bayi saat baru lahir dan lihat tangannya, pasti semua lahir dalam keadaan telapak tangan terkepal erat. Itu menandakan bahwa kodrat manusia itu maunya semua dia ambil, dia miliki.
Nah dengan manusia turun ke dunia maka itu merupakan ujian dari TUhan agar manusia tahu mana yang hak dan mana yg tidak, dunia merupakan tempat pembeda atau furqon.
Sama saja dengan kenapa Tuhan menciptakan babi? padahal itu binatang haram untuk dikonsumsi. Semua demi ujian untuk hamba tersayang-NYA
amiiin
….JCO nya brarti bisa nambah 1 dus lg dong
Iya ..selang-seling biar mereka gak bosen.
Ass. kalau ga salah ini ceramahnya ust anwar zahid, yang lucu itu dari tuban kalau ga salah,pasti sebelumnya ada yang menceramahkan juga yang penting jangan di klaim ya?!!
Wa alaiakumsalam wr wb
Yup..anda benar. saya menulis artikel ini setelah mendengar ceramah beliau. Tauziah ini sebagian besar saya sarikan dari ceramah Ustadz Anwar Zahid.
Masalah klaim..buat apa klaim2an seperti saya mendapatkan royalti saja dari artikel yang saya tulis di atas..hehehe