Jarum jam menembus waktu dini hari. Bulan selingkaran penuh sore tadi tak lagi terlihat, hanya gelap terselimut kabut pekat yang terbawa oleh angin lembah. Meja, bangku panjang teronggok kosong. Terbaring tubuh lelah dalam jaket, mimpinya lelap. Dua jarak langkah kecil di depannya, meringkuk tubuh lain dalam kantung tidur biru, hangat. Sedang aku, mata ini belum mampu terpejam…..
Satu, dua lolongan anjing bergema di bawah sana. Pijar lampu berderet rapi di seberang danau, remang menembus kabut seperti kunang-kunang malam yang enggan terbang.














